Beda-beda Reaksi Warga Saat Dengar Kabar 2 Pasien Omicron Meninggal

Mulia Budi - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 16:44 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan dua pasien positif Omicron meninggal dunia. Komentar warga pun beragam mengetahui hal itu.

Seperti Zainudin (40), yang mengaku telah mengetahui kabar tersebut dari media. Namun dia mengaku sudah mengetahui informasi adanya pasien Omicron meninggal dunia. Namun dia tidak khawatir dan tetap membawa anaknya ke taman bermain.

"Selain karena sudah dibuka ngajak anak-anak karena udah lama juga, jalan-jalan diajak jalan-jalan. Intinya selalu menjaga yang tadi itu, intinya kami sudah divaksin, kalau untuk khawatir sebagai orang tua iya tetapi tetap menjaga jarak memakai masker," kata Zainudin kepada detikcom, Minggu (23/1/2022).

Zainudin menyatakan berusaha mengikuti imbauan pemerintah. Menurutnya, hal itu cara untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi yang tidak tahu kapan berakhir.

"Ngikut imbauan pemerintah suruh berdampingan sama corona ya kita ikutin saja, yang terpenting sudah pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan sudah di vaksin insyaallah nggak," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan warga lainnya, Rohman (38). Sudah menjalani vaksinasi membuat Rohman tidak khawatir berada di tempat umum.

"Sempat sih sempat dengar, ya, menurut saya, sih, ya, nggak usah terlalu ini lah, dikhawatirkan karena kita kan juga udah vaksin 2 kali ya kan, yang penting tetap jaga prokes aja jaga jarak pakai masker," ujar Rohman.

"Saya main aja sih ngajak anak-anak-istri, kan anak kita juga sudah di vaksin yang usia 6 sampai 11 tahun kan sekarang udah abis vaksin," katanya.

Tapi, ada juga warga yang belum mengetahui adanya pasien Omicron meninggal, yakni Mono (37). Dia menyayangkan pemerintah tidak menutup akses masuk wilayah Indonesia sejak awal.

"Sebelumnya belum pernah dengar, saya baru dengar dari mbak baru sekarang. Nah harusnya kalau memang udah ketahuan ada virus Omicron yang masuk harusnya dari pemerintah itu ditutup dari yang luar negeri dari yang mana-mana ditutup, bukan malah seolah-olah itu kayak membiarkan penyakit itu malahan kayak datang," kata Mono.

"Harusnya tuh pemerintah lebih bijak kalau memang ada virus ada apa langsung ditutup aja," imbuhnya.

Meski begitu, Mono tidak khawatir karena sudah menjalani vaksinasi. Bahkan dia kerap membawa anaknya ke tempat umum.

"Ke taman ini karena saya punya anak kecil pengen main sebenarnya, pengen main aja, karena udah lama juga kita nggak main kita lihat-lihat, ini juga baru datang juga," kata Mono.

"Ya khawatir juga tapi kemarin kita semua udah vaksin juga ya vaksin pertama kedua ya, jadi dari situlah kita agak sedikit leganya gitu, adanya vaksin ketiga kita tinggal tunggu aja," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dua orang pasien COVID-19 varian Omicron meninggal dunia. Kemenkes mengatakan dua pasien itu meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan di RSPI Sulianti Saroso.

"Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat, dan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso," kata Nadia kepada wartawan, Sabtu (22/1).

Kemenkes menyebut kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi. Kedua pasien tersebut memiliki komorbid.

Simak Video 'Kemenkes Konfirmasi 2 Pasien Omicron Meninggal Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)