Inspirasi

Pengalaman Driver Ojol Tunarungu: Bahasa Isyarat Dikira Mau Cium Penumpang

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 14:23 WIB
Hartono, driver ojek online tunarungi di Bandung. (Wisma Putra/detikcom)
Hartono, driver ojek online tunarungu di Bandung. (Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Tak mudah bagi penyandang tunarungu seperti Hartono (38) dalam menjalankan pekerjaannya sebagai driver ojek online (ojol) di Kota Bandung. Dia kerap menghadapi kesalahpahaman penumpang.

Komunikasi menjadi satu masalah dan hambatan yang ditemuinya. Hartono terbiasa menggunakan bahasa isyarat, namun bahasa isyarat yang digunakan ini menjadi masalah baginya.

Salah satu contohnya, saat Hartono ingin mengucapkan terima kasih, bahasa isyarat yang digunakan ialah mengecup telapak tangannya, lalu diarahkan ke penumpang tanpa menyentuhnya. Isyarat seperti ini, bagi orang yang tidak paham, terlihat seperti gestur mencium jarak jauh. Padahal Hartono ingin mengucapkan terima kasih.

Gerakan tangan itulah yang mengakibatkan kesalahpahaman ini terjadi. Hartono dianggap 'mesum' karena ingin mencium penumpangnya, padahal gerakan itu merupakan bahasa isyarat yang menerangkan jika dirinya berterima kasih.

"Waktu itu ada cewek, penumpang, cewek salah paham, udah sampai aku bilang terima kasih (dengan bahasa isyarat), lari (cewek) karena salah paham," kata Hartono kepada detikcom ditemui di salah satu kafe di Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Kamis (13/1).

Hartono berujar, ada temannya yang mengomel kepadanya karena ada penumpangnya nangis. "Ada temen ngomel, liatin HP. Kamu pegang-pegang? Enggak, cewek nangis, kok bisa. Saya bilang minta maaf, tapi cewek itu salah paham," ujarnya.

District Head Gojek Kota Bandung Faris Priyanto mengakui kerap terjadi salah paham antara driver disabilitas dan pelanggan, salah satunya Hartono.

"Pak Hartono, kebetulan beliau itu tunarungu, tidak bisa mendengar namun dia sebenarnya bisa berbicara tapi tidak cukup jelas," katanya.

Hartono, driver ojek online tunarungi di Bandung. (Wisma Putra/detikcom)Hartono, driver ojek online tunarungu di Bandung. (Wisma Putra/detikcom)

"Nah, saya sempat mendengar cerita yang bersangkutan pernah mengalami miskomunikasi dengan konsumen, ketika Pak Hartono menyampaikan seperti ini (bahasa isyarat terima kasih), namun disangka oleh konsumen itu sebagai ucapannya yang tidak pantas, karena seolah-olah mencium padahal tidak," ungkapnya.

Tak jarang driver penyandang disabilitas ini kerap mendapat penilaian tidak bagus dari penumpang. "Beliau dapat rating jelek, tapi di situ kami bisa langsung bantu, karena kita paham bahwa beliau memiliki keterbatasan disabilitas," tuturnya.

"Misalnya ada miskomunikasi, ada mitra driver disabilitas dengan konsumen, di situ kita punya forum khusus yang bisa membantu mitra kita ya mengalami masalah yang dihadapi ketika dia punya masalah dengan konsumen," tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, para penyandang disabilitas yang menjadi driver ojol akhirnya memiliki inovasi sendiri untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

"Biasanya penyandang disabilitas memiliki keterbatasan ketika dia harus berkomunikasi dengan pelanggan. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menemukan berbagai cara, yakni menggunakan stiker," ujarnya.

Keterbatasan tak halangi semangat Hartono untuk mencari nafkah. Dengan motornya ia mengumpulkan rezeki sebagai seorang driver ojek online. Berikut kisahnya.Keterbatasan tak menghalangi semangat Hartono untuk mencari nafkah. Dengan motornya ia mengumpulkan rezeki sebagai seorang driver ojek online. (Wisma Putra/detikcom)

"Jadi mitra kita penyandang disabilitas menyampaikan kepada customer bahwa dia penyandang disabilitas, misal ini saya tunarungu, selain itu mitra kita memasang stiker di belakang helm yang memberikan informasi bahwa mitra kita memiliki keterbatasan," tambahnya.

Sriker itu dipasang di belakang helm milik Hartono. "Kalau konsumen mau belok kanan tepuk pundak kanan, belok kiri tepuk pundak kiri, kemudian kalau sudah sampai dirujuk tepuk kedua pundak untuk berhenti atau stop," tambahnya.



Simak Video "Pantang Menyerah Driver Ojol di Tengah Keterbatasan Disabilitas"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/dnu)