Bahaya! Siswi SMK Bermotor Lawan Arah Jalan Solo-Yogya, Polisi Bertindak

Tim detikJateng - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 22:04 WIB
Pemotor santuy lawan arah di Jalan Yogya-Solo Klaten, Jumat (21/1/2022)
Foto: dok. tangkapan layar IG kabar_klaten
Klaten -

Seorang siswi tak berhelm mengendarai motor dengan santai di Jalan Yogyakarta-Solo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dia melaju melawan arah di antara mobil, truk, dan kendaraan lainnya. Videonya beredar di media sosial. Polisi bergerak.

"Yang bersangkutan pelajar SMK swasta di Prambanan," ungkap Kasat Lantas Polres Klaten AKP Muhammad Fadhlan di Mapolres Klaten, Sabtu (22/1/2022).

Diterangkan Fadhlan, setelah aksi melawan arus itu viral, Jumat (21/1), polisi langsung menyelidiki. Petugas menghubungi pengunggah video dan meminta rekaman.

"Kita minta dikirim rekaman, kita profiling, CCTV ternyata tidak ada. Kita cek jenis pakaian di mana dia sekolah, kemudian mengerucut satu sekolah," sambung Fadhlan.

Begitu mengerucut sekolah, jelasnya, tim mendalami teman-teman pelaku dan mengecek ke bagian tata usaha sekolah. "Mengerucut satu nama, betul FN lalu kita datangi rumahnya dan kita mintai keterangan. Kita terima kasih untuk yang memviralkan, akhirnya kita bina sekaligus orang tuanya," jelas Fadhlan.

Apa alasan siswi tersebut melawan arah?

"Dia itu bingung (dari utara), ketakutan. Dia ambil jalan pintas, pengin cepet, malah melakukan hal yang sangat berbahaya. Jika saat itu ada kendaraan yang tidak siap, dia bisa tertabrak atau kendaraan lain menghindarinya, bisa juga memicu kecelakaan," papar Fadhlan.

"Tidak punya SIM, tidak pakai helm. Kami imbau ke orang tua, tolong anak yang masih labil belum punya SIM jangan diberi kendaraan," imbuh Fadhlan soal kelengkapan berkendara siswi tersebut.

Polisi memutuskan tidak menahan pelaku. Mengapa?

"Kita kenakan tilang, membuat pernyataan dan pembinaan kepada orang tuanya. Pasal yang disangkakan pasal 287 ayat 1 UU 22/ 2009 dengan ancaman kurungan 2 bulan dan atau denda Rp 500.000," ujar Fadhlan.

Fadhlan menyebut, pelaku masih berstatus pelajar dan masih di bawah umur. Hal tersebut menjadi pertimbangan petugas untuk memberikan pembinaan dengan menghadirkan orang tua pelaku.

"Tapi karena di bawah umur kita lakukan pembinaan sekaligus (mendatangkan) orang tuanya," pungkas Fadhlan.


Artikel ini telah tayang di detikJateng. Untuk informasi dan berita seputar Solo, Semarang, dan daerah-daerah di Jawa Tengah, klik di sini.

(mbr/trw)