KNKT Investigasi Kecelakaan Maut Truk Balikpapan Tewaskan 4 Orang

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 16:51 WIB
Petugas mengevakuasi truk tronton bernomor plat KT 8534 AJ setelah mengalami kecelakaan di Turunan Rapak, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan lima orang tewas. ANTARA FOTO/HO/Novi A/pras/nym.
Truk yang terlibat kecelakaan maut di Simpang Rapak, Balikpapan. (ANTARA FOTO/NOVI ABDI)
Jakarta -

Truk kontainer mengalami rem blong mengakibatkan kecelakaan maut di Simpang Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi kecelakaan itu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdar Kemenhub) Budi Setiyadi mengimbau seluruh pelaku usaha, khususnya angkutan barang, lebih mengutamakan aspek keselamatan.

"Saya turut berdukacita yang mendalam atas kecelakaan truk yang terjadi Jumat kemarin di Balikpapan. Ini menjadi pembelajaran yang serius bagi setiap pelaku usaha untuk mengedepankan aspek keselamatan saat berkendara," ucap Budi dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Kemenhub-KNKT Investigasi Kecelakaan Maut

Saat ini Kemenhub sedang melakukan peninjauan lapangan langsung yang diwakili oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVII Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Avi Mukti Amin. Selain itu, Kemenhub berkoordinasi dengan KNKT untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan tim KNKT, yang saat ini sedang menginvestigasi kejadian untuk mengetahui penyebab kecelakaan," tutur Budi.

Terkait kecelakaan yang melibatkan truk dengan muatan yang sangat berat, Budi mengatakan uji KIR wajib dilakukan. Menurutnya, pemerintah daerah setempat harus memastikan bahwa kendaraan yang digunakan layak.

"Pemerintah pusat dalam hal ini sudah membuat Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) dalam perizinan usaha di sektor transportasi dan uji KIR bagi kendaraan bermotor dilakukan oleh pemerintah daerah," ungkapnya.

Budi mengatakan pihaknya menyerahkan penyidikan terkait kecelakaan ini kepada pihak kepolisian. Dia menyatakan akan mendukung penyidikan kecelakaan serta siap bekerja sama dengan kepolisian untuk mengusut kejadian kecelakaan yang terjadi di Rapak.

"Ke depan, kami akan melakukan evaluasi terhadap jam operasional kendaraan berat dan terus melakukan pengawasan terhadap angkutan barang yang akan masuk ke kota, baik dari pelabuhan maupun dari luar kota," jelas Dirjen Budi.

Selain itu, pihaknya akan melakukan manajemen kecepatan pada ruas jalan terdampak dan mengevaluasi terkait perlunya jalur khusus angkutan barang terutama pada wilayah-wilayah yang rawan kecelakaan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat Video: Update Jumlah Korban Kecelakaan di Balikpapan: 4 Tewas 30 Orang Terluka

[Gambas:Video 20detik]