Disesalkan, Keterlibatan Kalla dalam Konflik PKB
Selasa, 09 Mei 2006 10:34 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka munas alim ulama dan mukernas DPP PKB hasil muktamar Surabaya pimpinan Choirul Anam. Tindakan Kalla ini dinilai sebagai upaya campur tangan eksekutif ke dalam dualisme kepemimpinan PKB."Tindakan Wapres sudah melanggar ketatanegaraan. Ini mencampuri internal partai. Seharusnya sebagai wapres tidak melakukan tindakan yang mencederai hukum," cetus Sekjen Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa M Nur Purnamasidi kepada detikcom di Jakarta, Selasa (9/5/2006).Kalla pada Selasa pagi membuka munas alim ulama dan mukernas PKB Cak Anam di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Langkah Kalla ini dinilai sebagai bentuk persetujuan terhadap salah satu pihak yang berkonflik di PKB.Dalam catatan detikcom, inilah untuk pertama kalinya wapres mewakili pemerintah secara resmi membuka acara yang digelar oleh PKB hasil muktamar Surabaya. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pengesahan terhadap PKB Cak Anam.Padahal, kubu Cak Anam dinilai oleh Garda Bangsa sebagai kubu PKB gadungan. Sementara dari kubu Cak Anam mengklaim sebagai PKB yang sah berdasarkan keputusan MA yang memenangkan sejumlah tuntutannya."Kita tidak hanya menyesalkan sikap Kalla ini. Kami menentang cara-cara Kalla selaku perwakilan pemerintah dengan yang telah mengobrak-abrik PKB. Ini bisa menimbulkan konflik di masyarakat," katanya.Untuk itu, pihaknya akan menggelar aksi di Istana Wapres Selasa siang nanti. "Saya curiga Kalla ada agenda politik tertentu di PKB. Ini yang harus dicegah. PKB jangan diobok-obok," tandasnya.
(jon/)











































