Eks Ketua BUMDes Amarta Patas Bali Jadi Tersangka Korupsi Rp 511,6 Juta

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 10:32 WIB
Foto: Eks Ketua BUMDes Amarta Desa Patas di Bali jadi tersangka korupsi. (Dok. Kejari Buleleng)
Eks Ketua BUMDes Amarta, Desa Patas, di Bali jadi tersangka dugaan korupsi. (Foto: dok. Kejari Buleleng)
Bali -

Mantan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amarta, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, bernama Hernawati ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Hernawati diduga merugikan BUMDes Amarta Desa Patas hingga Rp 511,6 juta.

"Akibat perbuatan tersangka atas nama Hernawati, BUMDes Amarta, Desa Patas, mengalami kerugian keuangan Rp 511.664.752," kata Kajari Buleleng I Putu Gede Astawa dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Astawa mengatakan Hernawati diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan BUMDes Amarta, Desa Patas, pada 2010 sampai 2017. Saat itu, Hernawati masih menjabat Ketua BUMDes Amarta, Desa Patas.

Dalam proses penyidikannya, ditemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tersangka Hernawati. Perbuatan itu dilakukan dengan beberapa modus operandi, seperti membuat kredit fiktif setelah dalam laporan terjadi ketidakseimbangan kas. Kredit fiktif dibuatkan ke masing-masing banjar dinas.

Kemudian, modus operandi lainnya adalah kasbon dari pengurus sejak 2013 sampai 2015 dan melakukan penarikan uang dari rekening sendiri tanpa didampingi bendahara. Kejari Buleleng menemukan tersangka hanya sekali melakukan penarikan uang bersama bendahara.

Astawa menuturkan, pada Kamis (20/1) sekitar pukul 10.00 Wita, Kejari Buleleng telah memeriksa Hernawati sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan BUMDes Amarta, Desa Patas, sejak 2010 sampai 2017.

Pemeriksaan dilakukan oleh jaksa penyidik di ruang pemeriksaan Seksi Tindak Pidana Khusus (Pindsus) Kejari Buleleng. Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka didampingi kuasa hukumnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, jaksa penyidik Kejari Buleleng langsung menahan tersangka Hernawati. Saat ini tersangka ditahan selama 20 hari sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2022 di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Sawan.

"Terhadap barang bukti berupa dokumen telah disimpan di gudang barang bukti oleh jaksa penyidik Kejari Buleleng," jelas Astawa.

Atas perbuatannya itu, Hernawati dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan/atau Pasal 3 juncto Pasal 18 dan/atau Pasal 8 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(drg/drg)