Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Siswa SD Disuntik Vaksin Kosong di Medan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 19:07 WIB
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan (Ahmad Arfah-detikcom)
Kombes Tatan Dirsan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Polisi masih menyelidiki kasus siswa SD disuntik vaksin kosong di Medan, Sumatera Utara. Polisi memeriksa 5 orang saksi terkait hal ini.

"Ada lima orang saksi yang kami periksa, status masih saksi," ujar Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja di Mapolres Belawan, Jumat (21/1/2022).

Tatan mengatakan lima orang itu adalah dokter yang melakukan vaksinasi, perawat, orang tua siswa, dan penginput data. Tatan menyebut pihaknya mengamankan jarum suntik, daftar anak yang divaksin, dan video yang menunjukkan vaksin kosong disuntikkan yang direkam oleh orang tua siswa.

"Kami sampaikan prosesnya masih berjalan dengan melibatkan beberapa ahli, labfor, dalam menganalisis dan melakukan perbandingan tentang video viral tenaga kesehatan menyuntik vaksin kosong kepada siswa itu," tuturnya.

Tatan mengatakan vaksinasi yang digelar di SD Dr Sutomo, Medan, pada Senin (17/1) itu direncanakan digelar untuk 500 orang. Kegiatan itu sendiri dilaksanakan oleh Polres Belawan.

Sebelumnya diberitakan, video yang menunjukkan vaksin kosong disuntikkan ke anak SD di Medan viral. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

"Sedang kita dalami," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi.

Sementara itu, dokter G, yang melakukan penyuntikan vaksin kosong ke anak SD, meminta maaf. Dia mengaku khilaf atas peristiwa tersebut.

"Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini," kata dokter G di Mapolres Belawan.

Simak video 'Viral Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Medan, Menkes: Ya Berdosa Lah!':

[Gambas:Video 20detik]



(afb/knv)