Korban Luka Akibat Kecelakaan Balikpapan Jadi 30, Tewas 4 Orang

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 19:04 WIB
Petugas mengevakuasi truk tronton bernomor plat KT 8534 AJ setelah mengalami kecelakaan di Turunan Rapak, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan lima orang tewas. ANTARA FOTO/HO/Novi A/pras/nym.
Kecelakaan maut di Balikpapan. (ANTARA FOTO/NOVI ABDI)
Balikpapan -

Polisi memperbarui data korban kecelakaan Balikpapan yang diakibatkan truk tronton mengalami rem blong dan melindas sejumlah pengendara di Simpang Rapak. Korban luka-luka yang sebelumnya tercatat 21 orang kini menjadi 30 orang.

"Rincian terbaru sampai tadi 15.00 Wita, meninggal dunia itu ada 4 orang, yang luka berat ada 4 orang yang luka ringan ada 26 orang (total korban luka 30 orang)," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, Jumat (21/1/2022).

Jumlah rumah sakit tempat korban dirawat juga bertambah dari tiga rumah sakit jadi total enam rumah sakit.

"Dirawat di 6 rumah sakit yang berbeda," kata Kombes Yusuf.

Sebelumnya diungkapkan, satu dari korban luka dinyatakan kritis di rumah sakit. Namun hingga kini belum dijelaskan lebih lanjut soal kondisi korban kritis.

Polisi juga terus mendalami penyebab utama kecelakaan maut di Kota Balikpapan. Pendalaman ini dilakukan polisi dengan cara melakukan olah TKP tambahan melalui traffic accident analysis (TAA).

"Hasil pemeriksaan awal ini remnya blong hasil olah TKP tadi pagi sementara ya. Tapi sore ini sedang dilakukan olah TKP lanjutan menggunakan metode TAA, traffic accident analysis, sehingga nanti bisa ditentukan apa penyebab utamanya," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, Jumat (21/1).

Analisa model TAA nantinya mengungkap faktor-faktor penyebab kecelakaan hingga berakhir pada kesimpulan penyebab utama kecelakaan maut tersebut.

"Di situ akan kelihatan faktor geografis jalan, jarak pengereman, kecepatannya berapa nanti itu bisa ketahuan dari traffic accident analysis," kata Yusuf.

(hmw/nvl)