Temuan Klaster Sekolah Tak Gentarkan PTM 100 Persen di Malang

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 16:30 WIB
Muncul Klaster Sekolah, PTM 100 Persen di Kota Malang Tetap Berlangsung
PTM di Malang 100 persen (Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Temuan adanya klaster COVID-19 di sekolah tampaknya tak membuat Pemkot Malang khawatir melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. PTM tetap berlanjut.

Beberapa hari terakhir, kasus COVID-19 di Malang mengalami kenaikan. Salah satunya temuan kasus di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Kota Malang Suwarjana menegaskan tidak akan menghentikan PTM menyeluruh dengan adanya temuan ini.

"Kebetulan sekolah tersebut bukan dalam kewenangan kami. Kalau di wilayah kami ada terjadi ya hanya di sekolah itu saja yang akan kita tutup, bukan terus kita tutup semua. Kasihan lah anak-anak dan orang tua yang sudah senang tatap muka. Pak wali juga menghendaki terselenggaranya tatap muka ini," terang Suwarjana kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (21/1/2022).

Suwarjana menuturkan PTM 100 persen merupakan kehendak masyarakat didukung keputusan pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya enggan gegabah mengambil keputusan.

"Setiap kami tanya di lapangan, anak-anak ternyata lebih memilih PTM. Karena bisa lebih paham dan bisa bertemu teman dan gurunya. Demikian juga dengan orang tua yang kadang merasa sulit mengajari dan harus bekerja, lebih senang anaknya sekolah tatap muka," ungkapnya.

PTM 100 persen di Kota Malang sudah berlangsung sejak 10 Januari 2022 dan telah melakukan evaluasi rutin di tingkat SD dan SMP.

"Evaluasi kita lakukan setiap akhir minggu atau tepatnya pada hari Sabtu. Sifatnya adalah laporan dari sekolah terkait jumlah peserta tatap muka, berapa yang tidak ikut, alasannya apa, kemudian ada kasus positif COVID-19 atau tidak," jelas dia.

Peserta didik usia 12 tahun ke atas 100 persen telah divaksinasi primer. Sedangkan untuk usia 6-11 tahun sudah mencapai 80 persen divaksinasi dosis pertama. Selain itu, dilaksanakan tes swab antigen secara acak, yaitu 20-25 persen untuk peserta didik dan semua guru/non-guru.

"Saya berharap para orang tua tidak merasa resah akan diselenggarakannya PTM ini. Namun harus tetap menjaga protokol kesehatan dan mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan sekolah selama berlangsungnya PTM," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikJatim. Untuk informasi dan berita seputar Surabaya, Malang, dan daerah-daerah di Jatim, klik di sini www.detik.com/jatim

Simak video 'Omicron Diprediksi Naik, Komisi X Minta PTM Tetap Berjalan':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)