Dokter Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan Minta Maaf

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 15:39 WIB
Phase 3 Novavax coronavirus vaccine trial vaccine volunteer Franklyn Howe is given an injection at St Georges University hospital at in London, Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi suntik vaksin (Foto: AP/Alastair Grant)
Medan -

Sebuah video yang menunjukkan anak SD di Medan disuntik vaksin kosong viral. Dokter G yang menyuntikkan vaksin kosong itu meminta maaf.

"Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini," kata dokter G di Mapolres Belawan, Jumat (21/1/2022).

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan peristiwa itu terjadi saat vaksinasi di SD Dr Wahidin, Medan, pada 17 Januari 2022. Saat itu ada 500 anak yang dijadwalkan akan disuntik.

Tatan mengatakan pihaknya masih memproses hal ini. Dia menyebut pihaknya berkoordinasi dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyelesaikan kasus ini.

"Ini tetap berproses, kami menindaklanjuti dari video viral yang beredar," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, video yang menunjukkan seorang siswa SD disuntik dengan vaksin kosong viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Medan.

Dilihat detikcom, Jumat (21/1/2022), dalam video terlihat seorang siswa yang sedang disuntik vaksin. Namun, suntikan yang dipegang oleh vaksinator itu terlihat kosong.

Narasi dalam video menyebut suntikan dilakukan di SD Dr Wahidin, Medan Labuhan, Medan. Semua anak disebut disuntik dengan vaksin kosong.

"Mohon dilaporkan dan diviralkan, orang yang sama, dan semua anak disuntik kosong oleh manusia ini. Jahat sekali," demikian narasi dalam video.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan peristiwa itu benar terjadi di wilayah hukum Polres Belawan. Hadi mengatakan pihaknya sedang mendalami hal itu.

"Sedang kita dalami," kata Hadi saat dikonfirmasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufiq pun angkat bicara. Pihaknya menyebut video viral soal vaksin diduga kosong yang disuntikkan kepada murid SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan, bukan program yang dilakukan Pemko Medan.

"Iya, soal vaksinasi yang diduga kosong itu terjadi di SD Wahidin yang dilaksanakan Polsek Medan Labuhan di bawah Polres Belawan. Kabarnya sekarang sedang mereka telusuri dan penyelidikan," kata Taufiq dalam keterangan tertulis.

Simak video 'Viral Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Medan, Menkes: Ya Berdosa Lah!':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)