Warga DKI Korban Banjir Gugat Anies, Hakim PTUN Periksa Kali Mampang

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 14:54 WIB
Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)
Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)
Jakarta -

Sidang gugatan warga korban banjir kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta berlanjut. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang, Jakarta Selatan (Jaksel), dalam agenda sidang pemeriksaan setempat.

Majelis hakim perkara PTUN nomor 205/G/TF/2021/PTUN.JKT memeriksa Kali Mampang sebagai tempat yang diduga menyebabkan banjir 2021 yang menimbulkan kerugian bagi warga. Saat memeriksa Kali Mampang, turut hadir sejumlah warga korban banjir selaku penggugat dan perwakilan Pemprov DKI Jakarta selaku tergugat.

Hakim memeriksa Kali Mampang di empat titik. Pemeriksaan itu nantinya menjadi pertimbangan dalam putusan hakim nanti.

Sidang dilanjutkan kembali pada Rabu (2/2) pukul 10.00 WIB. Agenda sidang selanjutnya adalah kesimpulan dari para pihak.

Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)

"Kita akan lanjutkan kembali hari Rabu tanggal 2 Februari 2022 jam 10.00 WIB. Acaranya kesimpulan dari para pihak itu dimasukkan melalui e-court, kesimpulannya dan majelis hakim tidak ada kewajiban untuk memverifikasi kesimpulan," kata majelis hakim PTUN lokasi, Jumat (21/1/2022).

Warga Keluhkan Turap-Pengerukan Kali Pemicu Banjir

Sementara itu, Tim Advokasi Soldaritas untuk Korban Banjir di Jakarta, Francine Widjojo, mengatakan para penggugat mengeluhkan tiga kali yang diduga membuat warga rugi karena banjir. Ketiga kali itu adalah Kali Mampang, Kali Cipinang, dan Kali Krukut.

Francie mengatakan warga korban banjir menggugat lantaran tidak dilakukannya pengerukan terhadap tiga kali yang dimaksud. Selain tidak dilakukannya pengerukan, ketiga kali itu tidak diturap dan pembuatan tanggul sehingga mengakibatkan banjir.

Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)Saat memeriksa Kali Mampang, turut hadir sejumlah warga korban banjir selaku penggugat dan perwakilan Pemprov DKI Jakarta selaku tergugat. (Nahda RU/detikcom)

"Gugatan dari para penggugat ini ada tujuh penggugat yang dikeluhkan dengan Kali Mampang, Kali Cipinang, dan Kali Krukut. Yang di area lokasi yang sedang pemeriksaan setempat ini hanya Kali Mampang saja," kata Francie di lokasi.

"Yang dikeluhkan oleh para penggugat dan yang dituntut itu adalah tidak dilakukannya pengerukan di tiga kali tersebut, kemudian juga tidak dilakukannya penurapan dan pembuatan tanggul," sambungnya.

(jbr/dhn)