ADVERTISEMENT

Komisi III Desak Firli Investigasi Isu Bocornya OTT Bupati Langkat

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 14:52 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terjaring OTT KPK. Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan KPK.
Penampakan Bupati Langkat Diborgol (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta -

Isu bocornya operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap penangkapan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin muncul karena bupati tersebut sempat kabur saat akan disergap. Komisi III DPR menilai ada pihak di dalam KPK yang ingin merusak kerja lembaga antirasuah itu.

"Saya rasa hal ini sangat berbahaya. Ada oknum-oknum yang ingin merusak kinerja KPK dari dalam, di tengah performa KPK yang semakin bagus setahun terakhir," kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Oleh sebab itu, Sahroni mendesak Ketua KPK Firli Bahuri menginvestigasi terkait isu bocornya informasi tersebut. Jika ditemukan, menurutnya, perlu ada tindakan tegas.

"Saya minta Pak Firli melalukan investigasi serius dan tindak oknum tersebut," ujar Bendum Partai NasDem itu.

Sementara itu, anggota Komisi III F-PKB Jazilul Fawaid melihat isu kebocoran OTT KPK terkait penangkapan Bupati Langkat secara berbeda. Jazilul menilai tak ada kebocoran dalam OTT Bupati Langkat.

"Kami percaya setiap operasi, KPK bertindak sesuai aturan hukum dan profesional. Kami tidak melihat kebocoran dalam kasus ini," ucapnya.

Waketum PKB ini mengatakan tidak perlu investigasi khusus soal isu kebocoran OTT KPK. Sebab, sepengetahuan Jazilul, KPK melakukan investigasi dan pengawasan internal secara berkala. Dia menilai itu sudah cukup.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kinerja KPK selama ini, namun tentu pencegahan perlu dikedepankan juga," imbuhnya.

KPK Ungkap Bupati Langkat Sempat Kabur Saat Hendak Ditangkap

Terbit Rencana disebut sempat kabur dari rumah pribadinya saat hendak ditangkap KPK. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan awalnya KPK mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi pemberian uang oleh tersangka Muara Perangin-angin (MR).

Ghufron mengatakan tim penyidik langsung mengikuti pergerakan Muara Perangin-angin, yang sempat melakukan penarikan uang di salah satu bank daerah.

"Tim KPK segera bergerak dan mengikuti beberapa pihak, di antaranya MR yang melakukan penarikan sejumlah uang disalah satu bank daerah," kata Ghufron dalam konferensi pers, Kamis (20/1/2022).

Sementara itu, tersangka Marcos Surya Abdi (MSA), Shuhanda Citra (SC), dan Isfi Syahfitra (IS) selaku kontraktor menunggu di salah satu kedai kopi. Muara Perangin-angin langsung memberikan uang tunai kepada para kontraktor di kedai kopi tersebut.

"Tim KPK langsung melakukan penangkapan dan mengamankan MR, MSA, SC, dan IS berikut uang ke Polres Binjai," kata Ghufron.

KPK tepis informasi bocor, di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT