Pemprov DKI Berharap Gugatan PTUN Korban Banjir Ditolak

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 14:49 WIB
Tim Hukum Pemprov DKI Jakarta, Mindo Simamora (baju biru) dan Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Mustajab (baju putih). (Foto: Nahda/detikcom)
Tim Hukum Pemprov DKI Jakarta Mindo Simamora (baju biru) dan Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Mustajab (baju putih). (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap gugatan warga korban banjir terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta ditolak. Pemprov DKI Jakarta mengatakan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi banjir.

"Sesuai jawaban kami, kami berharap gugatan ditolak," kata tim hukum Pemprov DKI Jakarta, Mindo Simamora, kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

"Harapan kami jelas dari pihak pemerintah kita sudah berusaha semaksimal untuk mengatasi banjir. Teman-teman SDA sudah maksimal, sudah melakukan tindakan-tindakan, jadi kami serahkan kepada majelis," tambahnya.

Mindo mengatakan Pemprov DKI sudah memberikan bukti dan saksi dalam perkara ini. Mindo menyerahkan hasilnya kepada majelis hakim.

"Kami sudah memberikan jawaban, suah memberikan bukti tertulis, sudah memberikan saksi juga, jadi kami serahkan pada pengadilan untuk memutuskan. Kami sudah maksimal, sudah menjelaskan terkait perkara," jelas Mindo.

Sementara itu, Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Mustajab mengatakan Pemprov DKI telah melakukan pengerukan beberapa kali yang ada di Jakarta. Mustajab meminta warga bersabar dan membuat sumur resapan sebagai bentuk kerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi banjir.

"Intinya, warga berharap kesabarannya karena menyelesaikan banjir itu tidak seketika harus selesai karena area yang akan kita lakukan penanganan banjir di selatan sendiri cukup banyak," kata Mustajab.

"Itu semua kita secara masif sudah dua tahun melakukan pengerukan. Itu mungkin kolaborasi yang kami inginkan terhadap masyarakat terutama warga yang di daerah areal dataran banjir seperti harus membuat sumur resapan di persil persilnya. Itu bagian dari membantu pemerintah atau kolaborasi yang kita inginkan dari pihak pemda atau pemerintah," sambungnya.

(mae/mae)