Sopir Truk Tronton Kecelakaan Maut di Balikpapan Jadi Tersangka!

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 14:23 WIB
Balikpapan -

Polisi resmi menetapkan M Ali (48) sebagai tersangka atas kasus kecelakaan maut Balikpapan, di mana truk tronton yang dikemudikannya melindas mobil dan motor hingga 4 orang tewas dan belasan lainnya luka. M Ali masih terus diperiksa.

"Sudah (Tersangka), saat ini kita amankan dan diperiksa di Polresta Balikpapan," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (21/1/2022).

M Ali dipastikan melanggar aturan karena mengemudikan truk tronton di jalur yang dilarang.

"Sudah ada aturan Perwali, bahwasanya truk angkut besar itu hanya diijinkan melintas pada malam hari, jadi jam 6 pagi sampai 12 malam tidak boleh melintas, ini dasar sopirnya yang bandel," kata Yusuf.

Selain itu, mengenai sopir, Yusuf menjelaskan, keadaannya baik.

"Kondisi baik, sehat-sehat saja," terangnya.

Hingga saat ini polisi masih terus memeriksa M Ali. Atas kejadian itu, sopir dijerat Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan raya dengan ancaman 6 tahun dan di-juncto-kan dengan Pasal 359 KUHP. "Ancamannya 6 tahun penjara," tutup Yusuf.

Sebelumnya diberitakan, polisi menyebut M Ali melanggar 2 aturan. Dalam aturan, truk dilarang melintas di jalur tempat kecelakaan terjadi, tapi sopir truk atas nama M Ali (47) itu tetap bandel melintas di lokasi kejadian.

"Ini dasarnya sopirnya aja yang bandel, yang melanggar (aturan)," ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (21/1).

Aturan yang dilanggar M Ali ialah Peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan yang melarang truk melintas di lokasi kejadian atau di Simpang Rapak pada jam kerja atau jam sibuk.

"Sudah ada Peraturan Wali Kota, dasar (aturannya) truk angkutan besar itu hanya hanya diizinkan malam hari. Jadi pukul 06.00 Wita hingga 00.00 Wita itu tidak boleh melintas di situ," tegas Yusuf.

Pelanggaran kedua yang ditemukan ialah M Ali tidak mengecek terlebih dahulu kelayakan truk kontainer yang dikendarainya sebelum berjalan.

"(Pelanggarannya) dia nggak boleh lewat yang pertama, yang kedua teknis layak jalan (truk) dia belum cek betul apakah rem kendaraannya blong apa tidak," kata Yusuf.

(nvl/nvl)