4 Hari Sudah Banjir Genangi Permukiman Warga di Benda Tangerang

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 12:33 WIB
Suasana banjir Kampung Bulak Empang Kelurahan Jurumudi RT 04/08 Benda, Kota Tangerang. (Foto: Khairul/detikcom)
Suasana banjir Kampung Bulak Empang, Kelurahan Jurumudi RT 04/08 Benda, Kota Tangerang. (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Sudah empat hari permukiman warga di Benda, Kota Tangerang, tergenang banjir. Banjir yang melanda sejak beberapa hari lalu ini diduga imbas luapan air dari saluran air Jalan Tol JORR II.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (21/1/2022) pukul 10.53 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah rumah warga di RT 04 RW 08, Kelurahan Jurumudi, Benda, Tangerang. Akses jalan di kawasan itu juga terendam banjir.

Terpantau mesin penyedot air masih difungsikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang. Ketinggian banjir di kawasan ini bervariasi, mulai 30 cm hingga 60 cm.

Salah satu warga, Ruth, mengaku sangat terhambat mobilitasnya karena akses satu-satunya itu terendam banjir. Dia pun mengaku tidak bisa leluasa ke luar rumah.

"Nggak, males juga kan ke luar rumah. Kalau ada keperluan, paling nitip yang di depan, yang nggak kebanjiran. Numpang nitip," katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/1/2022).

Suasana banjir Kampung Bulak Empang Kelurahan Jurumudi RT 04/08 Benda, Kota Tangerang. (Foto: Khairul/detikcom)Suasana banjir Kampung Bulak Empang, Kelurahan Jurumudi RT 04/08 Benda, Kota Tangerang. (Khairul/detikcom)

Ruth mengungkapkan banjir yang melanda permukimannya ini terjadi sejak Selasa (18/1). Dia mengaku banjir sempat masuk ke rumahnya.

"Masuk ke semua ruangan. Cuma dapur doang yang nggak karena tinggi. Kalau yang di dalam sih semata kaki ya, lumayan. Kalau di luar sekitar 60 sentimeter ada itu dalamnya," tambahnya.

Saat ini banjir sudah tidak menggenangi dalam rumah Ruth hanya jalan depan rumahnya saja yang banjir. Dia mengungkapkan banjir ini rutin setiap tahunnya.

"Kalau di sini karena empang ini. Jadi kalau misal, tiap setelah tahun baru, menjelang Imlek, itu biasa banjir terus. Di belakang sawah juga, airnya jadi makin naik. Depan juga ada tol kan, air semua pada ke sini semua," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Hambali. Hambali mengatakan banjir masih menggenangi rumahnya hingga saat ini.

"Sekarang sudah mendingan sih, sebetis. Kalau kemarin mah sepaha. Masuk tempat tidur, kerendem," ujarnya.

Suasana banjir Kampung Bulak Empang Kelurahan Jurumudi RT 04/08 Benda, Kota Tangerang. (Foto: Khairul/detikcom)Suasana banjir Kampung Bulak Empang Kelurahan Jurumudi RT 04/08 Benda, Kota Tangerang. (Khairul/detikcom)

Hambali mengaku kondisi banjir di rumahnya saat ini sudah berangsur surut karena ada penyedotan. Dia memperkirakan kedalaman air di rumahnya saat ini sekitar 30 sentimeter.

"Tadi kan sudah disedot, makanya agak kering. Kalau tidak disedot, nggak kering, kira-kira kedalamannya 30 sentimeter. Kemarin sampai 50 sentimeter," jelasnya.

Sementara menurut warga bernama Tini, adanya tol memperparah kondisi banjir di wilayahnya. Hal ini dikarenakan tidak adanya pembuangan air seperti dahulu sebelum adanya tol.

"Setahun sekali sih rutin emang karena ada tol. Tadinya kan nggak ada tol gada banjir kaya gini. Ada tol memperparah tidak ada pembuangan soalnya buangnya di empang semua di belakang buangnya ke empang juga," ungkapnya.

Tini pun mengaku sangat membutuhkan bantuan sembako lantaran selama terjadinya banjir sulit untuk membelinya. Namun, sampai saat ini belum ada sedikit pun bantuan dari pemerintah yang diterimanya.

"Pemerintah mah enggak. RT doang sih nasi bungkus 2x kemarin sore sama malam pukul 20.30 sama pukul 18.00. Harapannya dapat sembako, minyak beras, telor, ke mana-mana susah. Bukan nggak bisa beli. Nggak bisa keluar. Beli mah kebeli cuman nggak bisa ke sononya ke sono banjir, di sini banjir," pungkasnya.

(mae/mae)