Pelat Putih Kendaraan Bakal Dipasangi Chip, Polri Jelaskan Fungsinya

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 11:32 WIB
Pelat Nomor Warna Dasar Putih
Ilustrasi pelat warna putih (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pelat kendaraan yang berwarna hitam akan diganti pelat berwarna putih. Tidak hanya sampai di situ, pelat putih tersebut nantinya juga akan dipasangi chip berupa radio frequency identification (RFID).

"Chip tersebut memang benar akan ada ke depannya, apalagi sekarang sudah Revolusi 4.0," ujar Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus dalam keterangannya, Jumat (21/1/2022).

Yusri menyebut chip tersebut memiliki banyak fungsi. Nantinya, chip tersebut dapat memuat data kendaraan pribadi, data penindakan bukti pelanggaran, dapat digunakan untuk pembayaran e-toll serta untuk membayar parkir kendaraan.

"Chip ini memiliki kegunaan yang banyak sekali. Nanti chip ini memuat data kendaraan pribadi. Ada data penindakan bukti pelanggaran dan sebagainya. Kemudian bisa digunakan untuk e-toll dan parkir elektronik," ucap Yusri.

Dirinya menerangkan pemberlakuan chip pada pelat putih tersebut akan berkolaborasi dengan pihak penyedia jalan tol. Pemilik kendaraan dengan jenis pelat tidak sesuai nantinya tidak akan bisa melewati gerbang tol.

Lebih lanjut Yusri menyebut penggantian pelat hitam ke putih itu tidak dipungut biaya. Pihaknya akan mulai mensosialisasikan penggunaan pelat putih tersebut.

"Dan ini semua tanpa membebani masyarakat, tanpa ada biaya-biaya. Kami meminta dukungan sambil kita jalan pelan-pelan tahun ini untuk sosialisasi," kata Yusri.

Pelat Putih Mulai Dipakai pada 2022

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sejumlah inovasi di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Pada TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) baru nantinya bakal dilengkapi dengan chip.

Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Taslim Chairuddin menjelaskan pergantian pelat nomor atau TNKB baru dengan dasar warna putih bakal dilaksanakan secara bertahap. Penggantian ini diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor yang diundangkan dan berlaku sejak 5 Mei 2021.

"Saat ini kita sedang menunggu proses pengadaan material yang mengikuti aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Mudah-mudahan di pertengahan tahun 2022 kita sudah mulai menggunakannya," kata Taslim saat dihubungi detikcom, Rabu (5/1/2022).

(rak/rak)