Hasil Asesmen Ardhito Pramono Keluar: Rehabilitasi 6 Bulan

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 10:07 WIB
Musisi sekaligus aktor, Ardhito Pramono, mengajukan rehabilitasi usai ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Pagi ini, Ardhito dibawa ke BNNP DKI Jakarta. (Karin NS/detikcom)
Musisi sekaligus aktor Ardhito Pramono (Karin NS/detikcom)
Jakarta -

Hasil asesmen BNNP DKI terhadap musisi Ardhito Pramono sudah keluar. Ardhito direkomendasikan untuk menjalani proses rehabilitasi di RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) Cibubur, Jakarta Timur, selama 6 bulan.

"Sesuai dengan hasil TAT saudara AP direkomendasikan menjalani rehabilitasi selama 6 bulan," ungkap Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Moh Taufik di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (21/1/2022).

Taufik menyebut hasil asesmen Ardhito Pramono telah keluar pada Kamis (20/1) kemarin. Hasilnya adalah Ardhito dinyatakan layak menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Timur.

"Hasilnya telah dinyatakan keluar di mana Saudara AP menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur dan hari ini pagi ini telah berangkat ke Cibubur," kata Taufik.

Diketahui pihak keluarga telah mengajukan permohonan rehabilitasi untuk Ardhito Pramono pada Jumat (14/1).

"Ya, kita ajuin rehab, doain saja Dito bisa cepat sembuh," ujar kuasa hukum Ardhito Pramono, Adit, kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/1).

Selain itu, dia menyebut pihak keluarga kaget ketika mengetahui Ardhito menggunakan narkoba jenis ganja.

"Kita baru tahu, kita juga kaget," kata Adit.

Ardhito Pramono Jadi Tersangka


Polisi menetapkan Ardhito Pramono sebagai tersangka di kasus narkoba. Ardhito Pramono kini resmi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Barat.

"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Polres Metro Jakarta Barat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan, Kamis (13/1).

Ardhito Pramono dijerat dengan Undang-Undang Narkotika. Dia terancam 4 tahun penjara.

"Terkait tindak pidana yang dilakukan tersangka, menetapkan tersangka dengan UU Narkotika Pasal 127 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun," ujarnya.

Simak Video: Dibawa ke BNNP DKI Jakarta, Ardhito Pramono Ungkap Kondisinya

[Gambas:Video 20detik]



(ain/yld)