KPK Tetapkan Hakim dan Panitera Pengganti PN Surabaya Tersangka Suap!

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 23:31 WIB
KPK Gelar Konferensi Pers kasus OTT Hakim PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat.
KPK menggelar konferensi pers kasus OTT hakim PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK menetapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (IIH); dan panitera pengganti, Hamdan (HD); sebagai tersangka di kasus suap vonis perkara PT Soyu Giri Primedika (SGP). Dalam kasus ini, keduanya diduga menerima suap.

"KPK menemukan adanya bukti permulaan yang cukup. Maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka sebagai berikut: sebagai pemberi HK (Hendro Kasiono), sebagai penerima HD dan IIH," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022).

Hendro Kasiono adalah pengacara dari PT SGP. Dalam operasi tangkap tangan (OTT), KPK menangkap dua orang lainnya, yakni Achmad Prihantoyo alias AP (Direktur PT SGP) dan Dewi (Sekretaris HK), namun keduanya tak ditetapkan sebagai tersangka.

Nawawi menjelaskan, ke depan, Hendro Kasiono akan ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, Hamdan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, dan Itong Isnaeni Hidayat ditahan di Rutan KPK Kaveling C1.

Sebelumnya, KPK menggelar OTT terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat. Itong terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK dan segera ditahan.

Pantauan detikcom, pukul 22.58 WIB, malam ini, selain Itong, panitera pengganti PN Surabaya, Hamdan, dan pengacara swasta ikut ditahan. Itong terlihat berjalan menuju ruang konferensi pers untuk pengumuman perkaranya.

Itong ditahan bersama 2 orang lainnya. Mereka juga terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Dalam OTT, KPK juga menyita bukti OTT berupa uang ratusan juta rupiah.

"Turut diamankan pula bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah yang masih dihitung dan dikonfirmasi kepada para terperiksa," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan.

(azh/aud)