10 Fakta OTT KPK Jerat Hakim-Panitera Pengganti PN Surabaya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 21:13 WIB
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat tiba di gedung KPK Jakarta. Sebelumnya Itong terjaring OTT KPK terkait suap perkara di pengadilan.
Foto: Hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Hidayat tiba di KPK (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Seorang hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Hakim tersebut diketahui bernama Itong Isnaeni Hidayat. Sementara panitera penggantinya bernama Mohammad Hamdan.

detikcom setidaknya merangkum 10 fakta terkait OTT hakim dan panitera pengganti PN Surabaya tersebut. Berikut 10 fakta dimaksud:

- OTT Digelar Malam, 5 Orang Diamankan

Itong Isnaeni Hidayat dan Mohammad Hamdan ditangkap KPK pada Rabu (19/1/2022) malam. Namun, penangkapan mereka baru diketahui pagi tadi.

"Benar, 19 Januari 2022, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Selain Itong dan Hamdan, ada 3 orang lagi yang juga ditangkap KPK. Ada yang berprofesi sebagai pengacara, ada juga pihak swasta.

"KPK mengamankan 5 orang terdiri dari hakim, panitera pengganti, pengacara dan swasta," sebut Ali Fikri.

- OTT Terkait Suap Perkara

OTT hakim dan panitera pengganti PN Surabaya ini terkait dugaan suap penanganan perkara. Pada saat penangkapan diduga sedang terjadi pemberian duit suap

"Diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya," terang Ali Fikri.

- Uang Ratusan Juta Disita

Selain menangkap Itong dan Hamdan, penyidik KPK juga menyita sejumlah uang. Kabar terakhir, jumlah uang yang diduga sebagai suap mencapai ratusan juta rupiah.

"Mengamankan sejumlah uang dan pihak terkait," ucap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada detikcom siang tadi.

"Saat ini para pihak dimaksud sedang kami periksa untuk memperjelas duduk kasus ini. Selanjutnya, kami akan umumkan setelah selesai pemeriksaan yang kami lakukan," imbuh Ghufron.

- Penyegelan Ruangan Digelar Pagi

Pagi tadi, sekitar pukul 05.00 WIB, Itong dan Hamdan dibawa oleh penyidik KPK ke PN Surabaya. Pada pukul 07.30 WIB, ruangan Itong sudah tersegel.

"Saya tadi datang pukul 07.30 WIB, ruangan hakim di lantai 4 sudah disegel oleh KPK," ujar Humas PN Surabaya Martin Ginting kepada detikJatim di Surabaya pagi tadi.

Ruangan Itong yang disegel KPK berada di lantai 4 PN Surabaya. Belum diketahui, ada tidaknya dokumen ataupun uang yang diamankan dari ruangan Itong.

"Yang saya tahu ruangan hakim di lantai 4 disegel. Itu saja," klaim Martin.

- Langsung Dibawa ke Jakarta

Setelah dibawa ke PN Surabaya, Itong dan Hamdan nampaknya langsung 'diterbangkan' ke Jakarta. Sebab, menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, KPK tidak meminjam ruangan di Polda Jatim untuk pemeriksaan.

"Nggak (ada peminjaman ruangan). Langsung dibawa ke Jakarta," ungkap Gatot kepada detikJatim di Surabaya, Kamis (20/1).

Simak video 'Hakim-Panitera PN Surabaya yang Kena OTT Tiba di KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Simak fakta tentang Itong di halaman berikutnya.