Bukan Dicuri, Ratusan Benda Pusaka Raja Bone Ternyata Dipindahkan

Zulkipli Natsir - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 20:53 WIB
Benda pusaka raja Bone diamankan ke Polres Bone usai dilaporkan dicuri (Zulkipli Natsir/detikcom)
Benda pusaka Raja Bone diamankan ke Polres Bone setelah dilaporkan dicuri. (Zulkipli Natsir/detikcom)
Bone -

Kasus laporan pencurian barang-barang peninggalan raja Bone di Museum Lapawawoi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), memasuki babak baru. Pria bernama Andi Baso Bone muncul dan mengaku sebagai pemilik sah hingga menampik terjadi pencurian.

"Saya ingin meluruskan bahwa ini bukan kasus pencurian. Dari yang saya pahami, barang yang saya ambil ini adalah milik saya dan keluarga. Jadi barang ini bukan dicuri, tapi saya pindahkan karena saya pindah rumah," kata Andi Baso Bone kepada detikcom, Kamis (20/1/22).

Andi Baso diketahui kini berstatus sebagai terperiksa di kasus laporan pencurian yang dibuat oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Bone Andi Ansar beberapa waktu lalu. Andi Baso Bone mengaku telah memindahkan ratusan benda-benda pusaka yang sebelumnya dilaporkan dicuri tersebut. Andi Baso menegaskan memindahkan atas dasar sebagai pemilik sah dari benda-benda pusaka tersebut.

"Sebelumnya, saya menandatangani adanya surat dari pihak Kejaksaan untuk pindah dan mengosongkan lokasi museum yang juga selama ini saya tinggali, dan saya patuhi. Namun saya minta maaf karena saya tidak bisa kosongkan sepenuhnya, karena sebagian benda yang berada di museum itu bukan milik saya secara pribadi," kata dia.

Sebagai keturunan dari silsilah Kerajaan Bone, Andi Baso Bone mengaku memiliki legalitas dalam mengklaim benda pusaka tersebut sebagai warisan dari keluarga dan orang tuanya.

"Terkait legalitas dari benda sejarah ini saya bisa buktikan, data inventarisnya ada. Selain itu, saya memiliki sejumlah saksi-saksi yang juga bisa membuktikan," katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan seluruh barang bukti benda pusaka di Mapolres Bone pada Selasa (18/1). Hanya, polisi belum dapat menetapkan tersangka dalam kasus laporan pencurian yang diterima pihaknya beberapa waktu lalu dengan alasan benda-benda pusaka tersebut berstatus sengketa.

"Belum ada penetapan tersangka dari kasus ini, kami juga harus memeriksa dulu secara keseluruhan karena ada sengketa terkait kepemilikan dari barang bukti tersebut. Tentunya kami akan melibatkan sejumlah saksi ahli dalam kasus ini," kata Kapolres Bone AKBP Ardiansyah dalam wawancara terpisah.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bone Andi Ansar membuat laporan polisi terkait kasus pencurian benda-benda pusaka di Museum Lapawaoi pada Senin (17/1). Dalam laporannya, Andi mengungkap sekitar 95 persen benda pusaka dalam museum dinyatakan hilang.

"Iya benar ada pencurian di Museum Lapawawoi Bone," ungkap Andi Ansar kepada wartawan, Senin (17/1).

Di antara benda pusaka yang dilaporkan dicuri saat itu adalah stempel kerajaan dan duplikat rambut Arung Palakka. Beberapa barang pusaka lainnya berupa uang kuno dan senjata tradisional.

(hmw/mud)