Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangsel Bakal Perketat Jaga Jam Malam

Khairul Ma'arif - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 20:07 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
Benyamin Davnie (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Kasus virus Corona (COVID-19) varian Omicron di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali bertambah. Pemkot Tangsel akan memperketat penjagaan jam malam.

"Jumlahnya masih tetap delapan, kemarin ada penambahan satu orang tapi yang sembuh juga ada satu untuk Omicron di Tangsel," kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dihubungi, Kamis (20/1/2022).

Benyamin mengungkapkan, penambahan kasus Omicron di wilayahnya berlangsung secara bertahap. Menurutnya, delapan warganya yang saat ini terpapar varian Omicron ini dirawat di berbagai tempat berbeda.

"Penambahannya bertahap. Dari empat nambah dua jadi enam nambah satu, tujuh, dan nambah lagi satu jadi delapan. Satu orang dirawat di Rumah Lawan Covid-19 (RLC), selebihnya isolasi mandiri dengan pengawasan ketat dokter, dan ada yang di RS Jakarta," ucapnya.

Dia mengaku akan melakukan pengetatan lagi di tempat-tempat yang menjadi rawan dengan keramaian. Satu di antaranya adalah rumah makan yang menjadi perhatiannya sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.

"Kita akan lakukan lagi pengetatan di setelah jam malam. Kan rumah makan tutupnya jam 21.00 nah kita akan patroli setelah jam 21.00," ujarnya.

Terpisah Koordinator RLC, Suhara Manullang menjelaskan ada penambahan kasus positif COVID-19 yang luar biasa. Dia mengaku sebelumnya angka positif COVID-19 di Tangsel tidak mencapai puluhan orang dalam satu hari.

Tetapi saat ini angkanya sudah mencapai puluhan orang yang terkonfirmasi positif dalam satu hari. Suhara meminta masyarakat yang positif tidak melakukan isolasi mandiri tetapi dibawa ke RLC.

"Pekan pertama Januari masih di bawah 5 kasus positif. Hari kemarin luar biasa 21 orang sebelumnya kan 3-5 orang. Jadi kemarin kami merawat 51 orang. Mari yang positif ini jangan isoman lah. Bawa ke RLC sehingga kita bisa pisahkan yang positif kemudian di tracking lagi ada positif pisahkan lagi itu yang akan menghambat penularan lebih sporadis," ungkapnya.

(aik/aik)