Perspektif

Keinginan Jokowi soal Arsitek Pimpin Nusantara Dipertanyakan

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:41 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memilih sosok berlatar belakang arsitek untuk memimpin Nusantara, Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Namun, keinginan Jokowi ini dipertanyakan.

"Kalau kriterianya kepala daerah dan arsitek, menurut saya kurang pas. Ini karena cetak biru Ibu Kota Negara yang baru itu sudah ada. Kenapa masih membutuhkan arsitek lagi?" kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada Perspektif detikcom, Kamis (20/1/2022).

Doktor Ilmu Politik dari Universitas Al Azhar ini menjelaskan proyek Ibu Kota Negara di Penajam Paser, Kalimantan Timur, itu sudah pasti digarap dengan pertimbangan arsitek dalam koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Teknis pengerjaannya sudah barang tentu melibatkan arsitek pula. Namun untuk urusan politik pemerintahan, tentu bukan lagi arsitek yang dibutuhkan.

"Mestinya, pemimpin Nusantara adalah orang yang paham tata kelola pemerintahan. Yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang profesional dan paham mengenai tata kelola pemerintahan, yakni ahli politik-pemerintahan," tutur Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin (dok. Istimewa).Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin (dok. Istimewa)

Lebih dari itu, keinginan Jokowi juga belum jelas menunjuk satu nama yang cocok untuk menjadi Kepala Otorita Kota Nusantara. Akibatnya, publik menjadi main duga soal sosok kepala daerah cum arsitek yang dimaksud Jokowi. Untuk kriteria seperti itu, ada Ridwan Kamil yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Barat, Tri Rismaharini (Risma) yang kini menjabat Menteri Sosial (pernah menjadi Wali Kota Surabaya), dan Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto yang saat ini menjabat Wali Kota Makassar.

"Tentunya sosok itu harus dekat dengan Pak Jokowi. Kalau tidak dekat, sosok itu berpotensi tidak bisa diatur dan berisiko 'main' sendiri. Lantas apakah tiga nama itu dekat dengan Jokowi? Saya tidak tahu," kata Ujang.

Sebelumnya, ada pemerhati politik Wasisto Raharjo Jati yang menilai sosok yang dimaksud Jokowi adalah Ridwan Kamil (RK). Menurutnya, Jokowi sedang mempersiapkan RK untuk maju ke 2024.

"Saya pikir arah yang dimaksud Presiden itu adalah Ridwan Kamil, karena RK sendiri juga berlatar belakang akademis dari jurusan arsitektur dan memang praktisi dalam arsitek," kata Staf Peneliti di Pusat Riset Politik-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berbicara di depan pemimpin redaksi media massa nasional. Dia ingin Ibu Kota Negara (IKN) bernama Nusantara di Kalimantan Timur kelak dipimpin oleh sosok berlatar belakang kepala daerah dan arsitek.

"Paling tidak, pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1) kemarin.

Presiden Jokowi punya waktu dua bulan untuk menunjuk Kepala Otorita IKN Nusantara, nama resmi pemimpin Nusantara yang dimaksud. Ini sudah termaktub dalam UU IKN yang sudah disahkan DPR.

"Untuk di tahun pertama ini, kita tidak mengharuskan presiden untuk berkonsultasi pada DPR karena di dalam undang-undang itu ditetapkan harus dua bulan ini harus ada kepala otorita," kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU IKN Ahmad Doli Kurnia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1) lalu.

Simak Video 'Jokowi Disebut Sudah Kantongi Nama Pemimpin Ibu Kota Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/tor)