Makassar 3 Hari Diguyur Hujan, Waduk Nipa-Nipa Penahan Banjir Nyaris Penuh

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:35 WIB
Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang difungsikan sebagai penahan banjir di Kota Makassar. (Ibnu Munsir/detikcom)
Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang difungsikan sebagai penahan banjir di Kota Makassar. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel,) terus diguyur hujan sejak 3 hari terakhir. Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang difungsikan sebagai penahan banjir di Makassar nyaris penuh.

Pantauan detikcom, Kamis (20/1/2022), petugas terkait terus memantau situasi ketinggian air di waduk atau Kolam Regulasi Nipa-Nipa. Waduk ini juga ditinjau Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto dalam dua hari terakhir.

"Kita prediksi sekarang tinggi air sungai 5,7 mm, tinggi kolam 4 meter. Berarti kita masih punya tinggi 1,7 meter. Ini setara dengan 1,4 juta meter kubik," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno di lokasi, Kamis (20/1/2022).

"Kalau kondisinya begini terus kita punya waktu 44 jam, sehingga ini bisa bertahan sampai Sabtu pagi," sambung Djaya.

Dengan kondisi seperti ini, Makassar dinyatakan tetap dalam kondisi waspada banjir, sebagaimana juga telah diingatkan Pemkot Makassar pada Rabu (19/1) lalu.

"Status masih waspada, hilirnya sendiri belum banjir," kata Djaya.

Kondisi air yang semakin naik di waduk membuat pihak BBWS berupaya mengatur masuk dan keluarnya air dari waduk, termasuk memompa air di dalam waduk ke dalam kolam cadangan lainnya.

"Pada saat airnya surut, bisa dikeluarkan lagi melalui pintu, bisa juga dipompa. Kondisi jam 2 sudah memasuki waduk tunggu, jadi kita lihat hilirnya ini salah satunya karena ini kolam," jelasnya.

Ia juga menyebut Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini memiliki fungsi utama pengaturan air, terutama untuk pengendalian banjir dan genangan di Kota Makassar.

"Kolam Nipa-nipa ini untuk mereduksi banjir yang berada di sungai Tallo. Kalau kita lihat prediksi BMKG akan terjadi hujan selama lima hari. Hilirnya sendiri belum mulai banjir, yang kita lihat ini mulai masuk ini, kami secara reguler melaporkan teman-teman seluruh Sulawesi Selatan," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyebut Kolam Regulasi Nipa-Nipa sangat bermanfaat mengurai masuknya air di Kota Makassar.

"Ini adalah untuk menahan air dalam volume tertentu untuk tidak masuk Makassar sementara waktu. Agar Makassar tidak sensitif banjir, seperti apa yang diramalkan oleh aplikasi cuaca, termasuk BMKG," kata Danny.

Lebih lanjut, Danny memastikan segera membenahi sejumlah pintu air di Kota Makassar, termasuk urusan tata ruang di Makassar.

"Kami ada 12 pintu-pintu air kami, saya sudah perintahkan untuk diperbaiki semua pompanya yang rusak semua, di Pettarani ada 12, kami koordinasi dengan Balai Pompengan, termasuk kami juga dengan tata ruang, karena persoalan banjir ini bukan hanya persoalan alam, hujan," sebutnya.

"Tapi persoalan juga tata ruang, di mana orang membuat pemukiman di tempat air, sehingga tadi laporan pak camat ada tiga orang mengungsi, memang rumahnya itu tempat air, sebenarnya tidak boleh dikatakan banjir itu, karena tempat air yang ditinggali," tutupnya.

Kolam Regulasi Nipa-Nipa mampu mengurangi luas genangan banjir di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros hingga 45%, dari 1.955 hektare menjadi 1.075 hektare.

Kolam Regulasi Nipa-Nipa memiliki luas 83,93 ha dengan kapasitas tampung sebesar 2,74 juta m3 mampu mereduksi banjir sebesar 153 m3 per detik atau lebih rendah 32% dari debit banjir semula yang mencapai 482 m3 per detik, dapat mengurangi risiko banjir pada 6 Kecamatan, yakni Patalassang, Moncongloe, Manggala, Panakukang, Tallo, dan Tamanlanrea.

Kolam Regulasi Nipa-Nipa dibangun sejak 2015 hingga 2019 di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jenebarang. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN sebesar Rp 321 miliar.

(hmw/nvl)