Karena Dendam, Satu Keluarga Tewas Dibunuh

Karena Dendam, Satu Keluarga Tewas Dibunuh

- detikNews
Selasa, 09 Mei 2006 01:41 WIB
Serdang Bedagai - Pembunuhan sadis terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut). Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak dan seorang kerabat tewas mengenaskan. Motif diduga masalah dendam. Korban tewas adalah Nazaruddin (38), istri Ratna (20), anak Damana (13) serta ipar Eko (25). Keempat orang itu dihabisi di kediaman mereka di Dusun III, Desa Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, sekitar 50 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.Keterangan diperoleh menyebutkan, kejadian pembunuhan kemungkinan berlangsung pada Senin dinihari (8/5/2006). Namun kasus itu diketahui saat Abdullah (50) paman Nazaruddin, mendatangi rumah korban Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB."Saya datang untuk mengetahui mengapa Damana tidak masuk sekolah pada hari ini," kata Abdullah kepada wartawan di lokasi kejadian.Sesampainya di halaman rumah korban, kata Abdullah, dia melihat darah mengalir dari bawah pintu ke teras rumah. Lantai di beranda depan rumah juga ada bekas telapak kaki bernoda darah. Abdullah selanjutnya memberi tahu warga kampung. Saat pintu didobrak, terlihat para korban tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacokan, tusukan dan sayatan.Polres Serdang Bedagai yang mendapat laporan, kemudian datang ke lokasi dan memasang garis polisi. Sejauh ini barang bukti yang diamankan sebilah golok berikut sarung, bantal yang berlumuran darah dan beberapa lainnya. Sementara para korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Melati, Perbaungan, guna menjalani otopsi.Diduga kuat, kasus pembunuhan ini bermotif dendam. Sebab Nazaruddin sehari-hari merupakan pengelola Pantai Klang, yang sering menjadi rebutan preman. Lagi pula, sepertinya tidak ada barang-barang korban yang diambil. Baik sepeda motor, televisi maupun uang kontan masih ada di rumah. Pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela di bagian depan yang hanya menggunakan kaca nako, tanpa terali besi.Kasat Intel Polres Serdang Bedagai AKP Edison Pasaribu menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas masalah ini. Diduga pelaku merupakan pembunuh profesional. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads