DKI Jakarta Tetap Pegang Saham Mayoritas Subway
Senin, 08 Mei 2006 22:24 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap ngotot memegang saham mayoritas Subway. Alasannya, Pemprov DKI-lah yang pertama kali menggagas proyek ini. "Karena ini untuk kepentingan transportasi umum masyarakat yang ada di Jakarta," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2006). Selain itu menurut Fauzie, jalur Subway berada di Jakarta. Oleh karena itu Pemprov DKI layak menjadi leading dalam konsorsium subway. Namun Fauzi menambahkan, pemimpin proyek Subway ini harus dipegang oleh departemen teknis yang berkaitan bukan dipegang oleh perusahaan Negara. Terkait dengan pertemuan dengan Menteri Negara BUMN Sugiharo pada pekan ini, Fauzie menyatakan Gubernur Sutiyoso telah meminta kepada jajarannya untuk mempersiapkan position paper terkait rencana pembangunan Subway. Dalam pertemuan itu, Pemprov akan menanyakan bentuk pinjaman dalam proyek Subway. Namun pemerintah akan mengisyaratkan agar pinjaman dalam proyek itu bukan dalam bentuk pinjaman komersial. "Kalau sumber pembiayaan yang baru, katakankanlah commercial loan, kita miikir tujuh keliling," tandas calon yang disebut-sebut akan menggantikan Sutiyoso ini. Sebelumnya, pemerintah pusat membentuk konsorsium yang terdiri dari 15 perusahaan dimana 10 perusahaan dari BUMN dan 5 dari perusahaan swasta. Namun Pemprov DKI Jakarta tidak diikutsertakan dalam konsorsium tersebut.
(wiq/)











































