Dubes Turki Ditarik Pulang Terkait Isu Genosida
Senin, 08 Mei 2006 21:01 WIB
Den Haag - Ankara menarik pulang dua dutabesarnya terkait isu genosida. Negeri itu disangka melakukan genosida terhadap Armenia di masa Khilafah Utsmani.Dua dubes tersebut ditarik, Senin (8/5/2006), untuk alasan konsultasi. Mereka adalah Osman Koruturk (Paris, Prancis) dan dubes Aydemir Erman (Ottawa, Kanada)."Dubes kami di Paris dan Ottawa ditarik pulang ke Ankara untuk konsultasi masalah perkembangan baru," bunyi komunike Deplu Turki seperti disiarkan pers Belanda hari ini. Pemicu ketegangan adalah sangkaan bahwa Turki telah melakukan genosida (pembersihan etnik) terhadap bangsa Armenia (1915), ketika negeri itu masih diatur Khilafah Utsmani (Ottoman Empire). Menurut klaim Armenia, Khilafah Utsmani telah melakukan genosida antara 1915-1917 dan menelan 1,5 juta korban. Turki telah secara resmi membantah klaim tersebut. Menurut pihak Turki, yang terjadi sebenarnya adalah perang sipil di kawasan itu, di mana jatuh 300.000 korban di pihak Armenia dan sama banyaknya di pihak Turki. Pada masa itu kekuasaan Turki sudah melemah sebelum akhirnya runtuh pada 1924.Sepekan sebelumnya Turki telah memperingatkan Prancis bahwa hubungan bilateral kedua negara akan memburuk jika parlemen Prancis mengesahkan RUU di mana di dalamnya mengatur bahwa seseorang yang mengingkari sejarah genosida Turki terhadap Armenia dapat dijatuhi hukuman maksimal 1 tahun penjara atau denda 45.000 euro.Sedangkan penarikan dubes Turki dari Ottawa terkait pernyataan PM Stephen Harper pada 24/4/2006 lalu. Ketika itu PM Herper menekankan bahwa genosida Turki pada rentang 1915-1917 sebagai fakta. Herper hadir pada peringatan genosida yang diklaim terjadi 91 tahun silam tersebut.Meskipun demikian, pihak Turki mengisyaratkan bahwa para dubesnya akan kembali menempati posnya masing-masing seusai konsultasi.
(es/)











































