Dugaan Pasok Sabu ke Tahanan Bikin Kanit Reskrim di Sulsel Diciduk Propam

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 09:38 WIB
Ilustrasi narkoba/ ilustrasi sabu, ilustrasi barang bukti sabu
Ilustrasi narkoba (Ari/detikcom)
Luwu -

Kanit Reskrim Polsek Belopa Polres Luwu Bripka Irwan Said ditangkap polisi narkoba atas kasus kepemilikan sabu. Polisi lantas mendalami dugaan Bripka Irwan memasok sabu ke seorang tahanan di Lapas Kelas II-A Palopo.

Bripka Irwan ditangkap Satuan Narkoba Polres Luwu, Sabtu (15/1). Dia ditangkap setelah rekannya, Syafar Abbas (45), lebih dulu tertangkap saat menjemput paket sabu dari jasa pengiriman.

"Sudah diamankan," kata Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Agoeng Adi Koerniawan saat dihubungi detikcom, Rabu (19/1).

Kasus berawal saat Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu memperoleh informasi dari pria bernama Andry Murad Arfa, yakni akan ada paket kiriman diduga isi narkotika. Terhadap informasi ini, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan cara kontrol delivery.

Saat mengintai, polisi menemukan Syafar Abbas datang mengambil paket diduga sabu dengan berat kotor 55,76 gram dan 34 butir pil ekstasi warna merah sebagaimana diinformasikan Andry Murad. Syafar lantas ditangkap.

Saat diinterogasi, Syafar mengaku tak tahu-menahu karena dia hanya diminta menjemput sebuah paket itu atas suruhan Bripka Irwan Said. Alhasil, Kanit Reskrim Polsek Belopa itu juga ditangkap di depan rumah salah satu warga.

Polisi Dalami Dugaan Bripka Irwan Said Pasok Sabu ke Tahanan Lapas

Bripka Irwan berdalih sabu itu milik salah satu tahanan Lapas Kelas II Palopo bernama Appang. Pengakuan tersebut membuat Bripka Irwan dicurigai memasok sabu ke tahanan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Suartana juga tak menampik hal tersebut. Dia menilai petugas di lapangan terus mendalaminya.

"Kalau itu masih pendalaman, pendalaman daripada Reskrim juga pendalaman daripada Propam," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (19/1).

"Apakah (sabu) itu dibawa ke sana (ke Lapas) atau tidak, ya itu nanti masih ada perkembangan, nanti kita sampaikan," lanjut Kombes Suartana.

Terkait tercatutnya nama Appang sebagai tahanan lapas tersebut, Kombes Suartana mengaku belum dapat mengkonfirmasi lebih lanjut apakah yang bersangkutan sudah diamankan polisi atau belum.

"Belum, mungkin masih dikembangkan. Tapi kalau terbukti, pasti langsung diamankan," kata Suartana.

Lihat juga Video: Jaksa Tuntut Mati 2 Polisi Terdakwa yang Jual Sabu Sitaan di Sumut

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)