Kasus Omicron di DKI Naik Jadi 988: 663 dari Luar Negeri, 325 Transmisi Lokal

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 22:12 WIB
Pegadang menjalani test swab PCR di Pasar Petojo Encek, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Sebanyak 42 pedagang menjalani test swab pcr yang dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas kecamatan Gambir.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan perkembangan terkini seputar kasus Corona (COVID-19). Diketahui, ada tambahan 1.012 kasus positif Corona hari ini.

"Sedangkan kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 1.012 orang sehingga total 873.104 kasus, yang mana 267 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam keterangannya, Rabu (19/1/2022).

Jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik 627 kasus, sehingga total keseluruhan menjadi 4.924 kasus. Sementara itu, kasus Omicron di Jakarta juga meningkat.

Dari 988 orang yang terinfeksi Omicron, sebanyak 663 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 325 lainnya adalah transmisi lokal.

Diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk total kasus positif karena harus dikonfirmasi ulang dengan PCR. Pemprov DKI Jakarta mencatat sebanyak 17.424 spesimen dites PCR hari ini. Dari jumlah tes tersebut, hasilnya 1.012 positif dan 16.237 negatif. Kemudian dari 38.867 orang yang dites antigen, hasilnya 327 orang positif dan 38.540 negatif.

Dwi menambahkan jumlah tes Corona di Jakarta dalam sehari melebihi target tes WHO, yakni 1.000 tes PCR per 1 juta penduduk.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir, ada 111.352 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 757.372 per sejuta penduduk," tambahnya.

Kemudian, total orang dinyatakan telah sembuh dari Corona sebanyak 854.589 dengan tingkat kesembuhan 97,9%. Terakhir, 13.591 orang dinyatakan meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

(isa/eva)