Jokowi Respons Dingin Klaim Bahlil Pengusaha Minta Pilpres Diundur

Alfito Deannova Ginting - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 18:12 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Klaim Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bahwa pengusaha meminta Pilpres 2024 diundur, atau perpanjangan masa jabatan Presiden, direspons dingin Jokowi. Sang Presiden menegaskan akan patuh konstitusi.

"Perpanjangan itu kan harus ada landasan konstitusinya," kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Jokowi mengatakan setiap orang boleh menyampaikan usul. Namun, jika soal kepemimpinan nasional, haruslah sesuai dengan konstitusi. Jokowi merespons dingin usulan-usulan tersebut.

"Banyak orang ngomong tiga periode, perpanjangan masa jabatan, tanya sama orangnya," ujar mantan Gubernur DKI ini.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Bahlil mengungkapkan dunia usaha setuju jika pilpres diundur dari 2024. Dengan begitu, kata Bahlil, meneruskan aspirasi pengusaha, tak akan banyak proses peralihan kepemimpinan di Indonesia.

"Kalau dicek di dunia usaha, rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini dalam konteks peralihan kepemimpinan kalau memang ada ruang dipertimbangkan untuk dimundurkan ini jauh lebih baik. Ini hasil diskusi kami," kata Bahlil dalam paparan survei Indikator Politik Indonesia, dikutip dari siaran YouTube, Senin (10/1).

Alasan untuk memundurkan waktu pilpres adalah peralihan kepemimpinan usai pemilihan umum dapat membuat ketidakpastian pada dunia usaha. Saat ini dunia usaha sedang bangkit dari keterpurukan karena masalah pandemi dan isu politik dapat mengganggu pemulihan usaha.

"Kenapa? Karena mereka baru selesai babak belur dari persoalan kesehatan. Dunia usaha baru mau naik, baru mau naik, eh ditimpa lagi isu politik," ujarnya.

(tor/tor)