Penelusuran Dugaan 9 Mahasiswi UINSA Surabaya Jadi Korban Pelecehan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 18:01 WIB
Pelecehan Seksual
Ilustrasi (Foto: iStock)
Surabaya -

Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar sembilan mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi korban pencabulan dan perkosaan. Pihak kampus sedang menelusurinya.

Kabarnya pelecehan ini terjadi sejak tiga tahun lalu di kampus tersebut. Parahnya, para korban dilecehkan oleh orang yang sama.

Salah satu korban yang mencuat adalah mahasiswa berinisial S, yang merupakan aktivis di organisasi yang cukup besar di kampus Islam tersebut.

Rektor UINSA Surabaya Prof Masdar Hilmy mengaku sudah mendengar kehebohan tersebut. Meski begitu, belum ada laporan dari korban terkait peristiwa tersebut.

Masdar mengatakan belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut, sehingga pihaknya belum bisa mengambil tindakan.

"Kalau memang ada korbannya, ada aduannya, pasti saya akan membenarkan. Tapi kalau tidak, bagaimana saya mau membenarkan. Kan kita nggak bisa menindak, yang dilanggar siapa itu. Saya nggak pernah menerima laporan," tandas Masdar.

Kampus Telusuri

Ia sudah memerintahkan Wakil Rektor III untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut. Pihak kampus tak ingin ceroboh dan gegabah dalam menanggapi isu yang tengah viral.

"Untuk sementara saya perintahkan Warek III untuk menyelidiki dulu kebenaran info ini. Saya nggak mau gegabah, jangan-jangan cuma memancing. Kita ingin baik-baik, hati-hati, tidak ceroboh dengan isu yang beredar," imbuhnya.

Masdar menegaskan akan menindak oknum yang terlibat jika nantinya terbukti. "Kalau ada laporan masuk ke saya, pasti akan kita tindak lanjuti," tegasnya.

"Laporan saja belum tahu, belum ada, di mana-mana sudah diviralkan. Kita itu mau menindak siapa nggak jelas, nggak tegas. Kami nggak mau gegabah," pungkas Masdar.

Artikel ini telah tayang di detikJatim. Untuk informasi dan berita seputar Surabaya, Malang, dan daerah-daerah di Jatim, klik di sini www.detikjatim.com

(mud/mud)