Ahli Saraf Ungkap Pelajar di Sulsel Lumpuh Bukan Gegara Vaksinasi

Hasrul Nawir - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:05 WIB
Pelajar di Parepare saat dibawa ke rumah sakit usai  lumpuh setelah divaksin (detikcom/Hasrul Nawir)
Pelajar di Parepare saat dibawa ke rumah sakit setelah diduga lumpuh akibat vaksinasi. (Hasrul Nawir/detikcom)
Parepare -

Dokter ahli saraf RSUD Andi Makkasau, M Yusuf, memastikan penyebab pelajar Muhammad Sahar (15) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), lumpuh bukan vaksin. Yusuf menyebut Sahar mengalami gangguan saraf.

"Setelah diperiksa, ada gangguan rangsangan saraf tulang punggung nomor 4 sehingga tungkai tidak maksimal bergerak," kata M Yusuf saat ditemui di RSUD Andi Makkasau, Rabu (19/1/2022).

Menurut Yusuf, reaksi vaksin dari bagian saraf adalah bisa berupa kemungkinan timbulnya kelemahan yang progresif memberat seluruh tubuh seperti penyakit gulllain barre syndrome yang terjadi setelah 2-3 minggu setelah suntikan vaksin. Namun Yusuf mengatakan gangguan saraf yang dialami Sahar bukan efek vaksinasi.

"Saya kira ini bukan efek langsung dari vaksin," tegas Yusuf.

Dia menjelaskan, Sahar masuk kondisi lemah pada kedua kakinya dan nyeri di punggung. Gejala ini disebut bukan efek vaksinasi yang dijalani Sahar pada 21 Desember 2021.

"Riwayat vaksin bulan Desember tidak berefek ke penyakit ini anak, kemungkinan karena ada kelemahan kedua tungkai yang standarnya itu 5 tapi sekarang ini kelemahannya (hanya) 4 yang berfungsi normal," jelas Yusuf.

Yusuf membeberkan kemungkinan nyeri tulang nomor 4 yang dialami pasien karena terjadi penyempitan saraf. Penyempitan ini diduga Yusuf karena aktivitas bulu tangkis.

"Kemungkinan ini akibat melaksanakan aktivitas bulu tangkis, kemungkinan nyeri tulang nomor 4 bisa diakibatkan posisi yang salah, benturan, trauma, dan olahraga yang salah," ungkapnya.

Yusuf membeberkan efek vaksin yang sering timbul di bagian saraf biasanya kelumpuhan bersifat progresif 2-3 minggu setelah penyuntikan.

"Kelumpuhan bersifat progresif dari bawah ke atas jadi menyeluruh, ini kelemahannya cuma tungkai bawah, tungkai atasnya bagus, normal," ujarnya dengan cermat.

Yusuf menambahkan, meskipun dipastikan kelumpuhannya bukan efek vaksin, pihaknya tetap akan melakukan beberapa tindakan medis untuk menyembuhkan pasien.

"Nanti kita akan melakukan pemeriksaan foto rontgen, kalau perlu kita lakukan pemeriksaan saraf tepi, apabila belum jelas kita lakukan MRI, doakan semoga penyempitan tidak terlalu banyak bisa pulih dengan fisioterapi," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Sahar terbaring lemah karena kakinya lemas dan sulit digerakkan. Sahar sempat diduga lumpuh karena vaksinasi tahap kedua.

Sahar merupakan warga Jalan Menara, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulsel. Dia diduga mengalami gejala terkait kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) setelah disuntik vaksin COVID-19 tahap kedua di sekolahnya pada 21 Desember 2021.

Gejala KIPI tak langsung dirasakan oleh Sabar. Dia baru mengalami kaki lemas susah digerakkan dalam kurun 14 hari terakhir.

"Baru dirasakan beberapa hari terakhir (kaki lemas)," kata nenek Sahar, Inuha.

(hmw/mud)