3.500 Mahasiswa ke DPR 12 Mei

Sewindu Tragedi Trisakti

3.500 Mahasiswa ke DPR 12 Mei

- detikNews
Senin, 08 Mei 2006 16:06 WIB
Jakarta - Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 lalu belum hilang dari ingatan. Dalam usianya yang genap sewindu, 3.500 mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) menemui Komisi III DPR RI pada 12 Mei 2006 untuk beraudiensi.Hal itu disampaikan Presiden Mahasiswa Usakti Alam Gaos dalam jumpa pers di Kampus Usakti, Jl Kyai Tapa, Jakarta Barat, Senin (8/5/2006)."Kami akan mengerahkan 3.500 mahasiswa. Di hadapan DPR, kami akan mengajukan 3 tuntutan," cetus Alam.Tuntutan itu, pertama, mencabut rekomendasi DPR yang menyatakan Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 bukan pelanggaran berat. Kedua, meminta DPR agar mendesak pemerintah untuk membentuk pengadilan ad hoc. Ketiga, menjadikan 12 Mei sebagai hari pergerakan mahasiswa nasional."Sebelum ke DPR, kami akan upacara penaikan bendera setengah tiang dahulu. Untuk menghindari provokasi massa, kami bekerjasama dengan Kontras sebagai koordinator lapangan," imbuh Alam.Ditambahkan Alam, untuk mengenang 8 tahun Tragedi Trisakti akan digelar acara bertemakan bergerak untuk keadilan selama 3 hari, sejak tanggal 10 Mei hingga 12 Mei 2006.Pada tanggal 10 Mei akan ditampilkan drama teatrikal dan pemutaran film Tragedi Trisakti. Sedangkan pada 11 Mei akan dilakukan acara malam perenungan.Lelah Tunggu PenyelesaianLelah dan hampir putus asa. Begitulah perasaan Hiratettey, seorang ibu yang putranya tewas dalam Tragedi Trisakti bersama 3 mahasiswa lainnya."Saya lelah menunggu penyelesaian tuntas kasus ini. Pemerintah sepertinya tidak ada niat menyelesaikan kasus ini," keluh Tetty.Walau begitu Tetty berterimakasih pada Presiden SBY yang telah menganugerahkan Bintang Jasa Pratama sebagai pejuang reformasi untuk anaknya, Elang Mulia Lesmana."Saya akan terus berjuang bersama mahasiswa Trisakti untuk meminta penyelesaian kasus ini," kata Tetty tegas.Pada 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti berdemonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Mereka juga menuntut pemulihan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak 1997.Aksi di Gedung MPR/DPR itu dihadang polisi. Lalu terjadilah penembakan yang mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia. Sementara itu puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat terluka. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads