Ragam Pendapat Anggota DPR Tentang UU Lift
Senin, 08 Mei 2006 15:48 WIB
Jakarta - Anggota DPR memberi tanggapan beragam atas pemisahan lift untuk wakil rakyat dengan untuk tamu/karyawan yang diterapkan Setjen DPR. Apa saja komentar mereka?Rafiudin dari FPDK menyatakan, pemisahan lift itu bagus untuk menjaga privacy. "Terlalu jauh kalau dibilang diskriminasi," katanya saat dicegat detikcom saat keluar dari lift khusus dewan di lantai dasar Gedung Nusantara I -- salah satu gedung di DPR -- di Senayan, Jakarta, Senin (8/5/2006). FX Sukarno dari FPD juga sependapat dengan Rafiudin. "Pemisahan ini untuk memperlancar masuk keluar anggota dewan," katanya.Budi Harsono dari FPG menilai, sebetulnya tujuan pemisahan lift itu baik. "Kalau dipisah begini kan jadi lancar. Tapi yang kurang bagus, mungkin adanya kesan pemisahan antara anggota dewan dan bukan dewan," bebernya.Mufid Abu Syairi dari FKB menilai, pemisahan ini membuat ruangan tampak lebih sempit. "Sudah sempit malah dipersempit. Jadi kesannya kurang indah. Tapi kalau dasarnya untuk memperlancar pada masa crowded, ya nggak apa-apa. Kalau kita mau cepet-cepet, kita jadi lebih mudah," dukungnya.KH Muhammad Hasyim Wahab dari FPDIP menjelaskan dampak positif dan negatifnya. Segi positifnya, anggota DPR jadi lebih mudah berkomunikasi. Lebih cepat untuk naik turun. Pengamanan jadi lebih terjangkau. Tamu-tamu dan anggota DPR terseleksi.Negatifnya, seolah-olah ada kesan diskriminasi yang memisahkan anggota dewan dengan bukan anggota dewan. "Kalau baik ya diteruskan, kalau tidak ya dicabut saja. Orang masih dalam percobaan," demikian Hasyim.
(nrl/)











































