Pecat 3 Anggota Indisipliner, Kapolda Gorontalo: Saya Tidak Toleransi!

Ajis Halid - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 09:11 WIB
Gorontalo -

Tiga anggota Polda Gorontalo yang terlibat desersi hingga kasus pidana resmi disanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH). Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus yang memimpin upacara PTDH menegaskan di hadapan anggota lain tidak memberi toleransi anggota yang indisipliner.

"Saya sebagai Kapolda tentu tidak akan memberikan toleransi pada anggota yang melakukan tindakan indisipliner. Kemudian tindakan yang terkait dengan kode etik bahkan anggota Polri yang tersangkut tindak pidana itu yang akan saya lakukan," kata Irjen Akhmad saat upacara PTDH, Rabu (19/1/2022).

Upacara PTDH berlangsung di halaman Mapolda Gorontalo, pagi ini. Ketiga oknum polisi yang dipecat adalah Brigadir Sumarlin Maksud, Briptu Ratno Saputra, dan Bripka Ariyanto Kadir Yusuf. Hanya Bripka Ariyanto yang hadir pada pelaksanaan PTDH tersebut, sementara kedua anggota lainnya tidak hadir.

"Hari ini kita melaksanakan upacara pemberhentian tidak dengan hormat terhadap tiga personel, mereka melakukan pelanggaran kode etik, di antaranya meninggalkan tugas yang diatur dalam aturan kita dan ini jelas harus dilakukan dengan tindakan tegas," kata Irjen Akhmad.

Dia menjelaskan upacara PTDH ini digelar sebagai upaya memperlihatkan kepada semua anggota Polri di Gorontalo bisa mengambil contoh untuk tak berbuat hal yang sama. Menurut Akhmad, tugas Polri ke depan makin berat dan penuh tantangan sehingga harus siap menjalani semua tantangan tersebut.

"Saat ini tantangan Polri bagaimana membantu sepenuh pemerintah daerah dalam penanganan COVID-19 dan akselerasi vaksinasi pada seluruh warga," tegasnya.

Sebelumnya,tiga oknum anggota yang di-PTDH di antaranya karena meninggalkan wilayah tanpa izin pimpinan dan sudah diputus dalam sidang disiplin 20 Desember 2021. Pelanggaran indisipliner tersebut meninggalkan tugas tanpa alasan yang jelas lebih dari 30 hari secara berturut- turut.

Ketiga oknum anggota disebut terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 ayat (1) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 7 ayat (3) huruf b Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Atas pemecatan ini, ketiga oknum anggota tersebut diklaim menerima dan tidak mengajukan permohonan banding. Kini Polda Gorontalo menyiapkan upacara PTDH.

(hmw/mud)