Polri Gandeng IDI Cegah Gunawan Operasi Plastik Lagi
Senin, 08 Mei 2006 15:04 WIB
Jakarta - Terpidana mati Gunawan Santoso memang licin seperti belut. Dia berhasil kabur dari penjara sebanyak 3 kali. Bahkan otak pembunuh bos PT Asaba, Boedyharto Angsono, itu sempat operasi plastik. Agar peristiwa itu tak terulang lagi, Polri berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)."Kalau melakukan operasi, semua dokter sudah kita imbau melalui IDI," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (8/5/2006).Dalam imbauannya, Polri meminta dokter melaporkan kepada kepolisian setempat apabila ada pasien yang meminta mengubah wajahnya dengan ciri-ciri seperti Gunawan. Dokter yang membantu Gunawan mengubah wajahnya akan berurusan dengan kepolisian. "Dokter kan nggak mau bermasalah. Jadi segera laporkan saja," kata dia. Apakah Gunawan didukung dana dari keluarga untuk melarikan diri dan operasi wajah jika diperlukan? "Tanyakan saja langsung kepada keluarga. Kalau tahu, polisi tidak akan sampaikan, karena itu kan materi pengejaran," kata dia.Kaburnya Gunawan kini masih diselidiki Polda Metro Jaya. Sedikitnya 14 petugas LP sejak pukul 08.15 WIB sudah diperiksa di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi menduga ada orang dalam yang membantu kaburnya terpidana mati itu. Pasalnya, tidak ada bagian LP yang dirusak Gunawan, termasuk pintu kamar tahanannya. Gunawan mulus melarikan diri meski LP Narkotika, tempatnya mendekam, dijaga sangat ketat.
(umi/)











































