Kapolda Aceh Inisiasi Pemugaran Makam Habib Bugak Pewakaf Tanah di Mekah

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:24 WIB
Kapolda Aceh menginisiasi pemugaran makam Habib Bugak
Kapolda Aceh menginisiasi pemugaran makam Habib Bugak (Foto: dok. Polda Aceh)
Aceh -

Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar menginisiasi pemugaran makam Habib Bugak di Kabupaten Bireuen. Habib Bugak dikenal sebagai pewakaf tanah di Mekah dan hasilnya kini dinikmati jemaah haji Aceh.

"Habib Abdurrahman Alhabsyi ini ulama yang sangat berjasa untuk masyarakat Aceh, terutama untuk jemaah hajinya," kata Haydar dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Haydar menginisiasi pemugaran setelah berziarah ke makam Habib Bugak pada September 2021. Saat itu Haydar sempat berbincang dengan keluarga Habib Bugak serta masyarakat setempat.

Jenderal bintang dua itu berharap, setelah dipugar, makam Habib Bugak dapat menjadi destinasi wisata religi nasional. Peziarah diharapkan akan merasa nyaman saat berziarah ke makam tersebut.

"Dan saya harap, dengan dilakukannya pemugaran makam Habib Bugak Al-Asyi, ini bisa menjadi wisata religi nasional yang di mana akan terasa nyaman dan indah apabila datang peziarah dari mancanegara ataupun domestik," jelas Haydar.

"Oleh karena itu, saya harap untuk pemerintah provinsi dan daerah bisa membantu untuk melakukan pemugaran makam ini," jelas Haydar.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan pemugaran makam tersebut juga untuk mengingat sejarah tentang sosok Habib Bugak. Selain itu, makam tersebut juga nantinya dapat menjadi tujuan wisata islami atau religi.

"Ini juga dapat mengangkat UMKM yang bisa berusaha di tempat yang disediakan di daerah makam sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar makam," jelas Winardy.

Sosok Habib Bugak

Ikrar wakaf yang dilakukan Habib Bugak Al Asyi dua abad yang lalu hasilnya masih bisa dinikmati oleh jemaah haji asal Aceh sampai saat ini. Berawal dari inisiatif Habib Bugak bahkan sejak dia belum berangkat ke Tanah Suci.

Awal mula cerita ini terjadi pada 1800-an. Habib Bugak, yang saat itu masih berada di Aceh, sudah memiliki gagasan untuk mengumpulkan uang guna membeli tanah di Mekah untuk diwakafkan kepada jemaah haji.

"Selain dari dana yang dimilikinya sendiri, Habib Bugak menjadi inisiator pengumpulan dana dari masyarakat Aceh saat itu," ujar petugas Wakaf Baitul Asyi, Jamaluddin Affan, Kamis (7/8/2018).

Pada masa lalu, perjalanan haji dilakukan menggunakan kapal laut, yang memakan waktu berbulan-bulan, bahkan sampai tahunan. Tak sedikit jemaah haji yang kemudian menetap di Arab Saudi.

"Saat itu bahkan belum ada Kerajaan Arab Saudi seperti sekarang ini. Belum ada Indonesia. Di Mekah sini masih dikuasai oleh Turki Utsmani," kata Jamal.