Petani Lansia di Sumsel Tewas Dihantam Gagang Cangkul

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 17:06 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Thinkstock)
Ogan Komering Ilir -

Seorang petani, Sarun (60), di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas dihantam gagang cangkul. Dia tewas setelah dianiaya Abdul Rohim (46) karena kepergok sedang membongkar tanaman.

"Iya, kejadian benar, korban meninggal dunia usai dianiaya pakai gagang cangkul. Pelakunya sudah kita tangkap," kata Kapolres OKI AKBP Dili Yanto ketika dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (18/1/2021).

Kapolsek Mesuji Raya OKI Iptu Dedi Kurnia menjelaskan peristiwa duel maut itu terjadi di lahan sawit plasma, Desa Embacang Permai, Mesuji Raya, OKI, Senin (17/1/2022) sore kemarin. Peristiwa nahas itu terjadi diduga karena adanya cekcok soal pembongkaran tanaman di lahan milik koperasi unit desa (KUD) setempat.

"Kejadian itu berawal ketika tanaman sawit milik pelaku yang ditanam di lahan plasma KUD dibongkar korban dan rekannya, Kosim (52). Pelaku, yang baru bangun tidur, mendapat informasi itu emosi dan mendatangi lokasi kejadian," kata Dedi kepada detikcom, terpisah.

Setiba di lokasi, kata Dedi, pelaku memergoki Sarun bersama Kosim sedang membongkar tanaman miliknya atas perintah KUD. Abdul, yang tidak terima, langsung memukul Kosim lebih dulu.

"Saat memukul rekan korban (Kosim), korban ini mencoba memisahkan. Bukannya pisah, korban malah dihantam gagang cangkul oleh pelaku," tuturnya.

Karena saat itu posisi Sarun dan Kosim terancam, sambungnya, keduanya kabur dengan sepeda motor ke pos, sementara pelaku langsung melarikan diri. Di pos, korban terkapar dan meninggal dunia. Polisi, yang mendapat laporan tersebut, kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku diketahui kabur ke rumah kades dan ditangkap tanpa perlawanan.

"Korban meninggal dunia saat kabur ke pos. Usai kejadian itu, pelakunya langsung kabur melarikan diri. Dari adanya laporan Kosim, kita mendapat informasi pelaku ini sembunyi di rumah Kades. Pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIB, pelaku kita tangkap tanpa perlawanan berikut barang bukti cangkul kecil yang dia gunakan," ungkap Dedi.

"Pelaku mengakui kejadian itu terjadi karena tersinggung, tanamannya yang harusnya dia bongkar sendiri malah dibongkar korban dan rekannya. Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan dan dijerat Pasal 351 Ayat 3, ancaman hukuman tujuh tahun penjara," jelas Dedi.

(mud/mud)