Kubah Lava Merapi Semakin Membesar

Kubah Lava Merapi Semakin Membesar

- detikNews
Senin, 08 Mei 2006 14:13 WIB
Yogyakarta - Status Gunung Merapi masih Siaga. Kubah lava di puncak Merapi semakin membesar atau mengalami perubahan yang cepat setiap hari. Hal itu dikatakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Ratdomo Purbo di kantor Jl Cendana Yogyakarta, Senin(8/5/2006)."Kubah lava saat ini semakin membesar. Sedang guguran lava pijar juga semakin sering terjadi," katanya. Menurut dia, perubahan itu tampak jelas bila dilihat secara visual dari Pos Pengamatan Kaliurang Sleman. Guguran lava pijar sebagian besar mengarah ke selatan dan tenggara masuk ke pelataran Gendol."Karena masih tertahan, guguran lava pijar tidak sampai meluncur ke lereng atau masih tertahan di atas dan belum masuk ke hulu sungai," katanya. Dia mengatakan titik api yang muncul saat ini juga bertambah, tidak hanya di sisi tenggara saja yang berjumlah tiga titik. Namun sekarang ini bertambah dua lagi di tengah dan barat. Yang ke arah tenggara masuk ke pelataran Gendol masih dominan. Sedang guguran ke arah selatan tertahan oleh kubah bekas letusan 1997 dan yang mengarah ke barat mengisi kawah mati bekas letusan 1998."Bila kubah lava itu terus tumbuh membesar, munculnya awan panas (wedhus gembel) sangat potensial menuju ke arah tenggara dan selatan. Lagi pula, bentuk kubah lava baru di puncak mirip tempurung kelapa terbalik, yang rawan runtuh," katanya.Sementara itu berdasarkan data kegempaan selama hari Minggu (7/5/2006) dari Pos Kaliurang tercatat guguran lava pijar sebanyak 47 kali. Sedang pada hari Senin (8/5/2006) pukul 00.00-06.00 WIB guguran lava pijar terjadi sebanyak 20 kali. Semuanya masih mengarah ke pelataran Gendol dengan jarak luncuran sekitar 150 meter.Semua pos pengamatan dapat melihat sinar api di puncak. Di Pos Babadan sebanyak 13 kali, di Ngepos Srumbung Magelang 10 kali, di Pos Jrakah 2 kali dan Selo Boyolali sebanyak 9 kali. Untuk gempat fase banyak (MP) pada hari ini pukul 00.00-06.00 terjadi 34 kali dan gempa guguran 20 kali. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads