Pasca PIN, Depkes Temukan 2 Kasus Polio Baru
Senin, 08 Mei 2006 14:11 WIB
Jakarta - Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) belum menjamin berkurangnya penderita polio. Buktinya, Departemen Kesehatan (Depkes) masih menemukan dua pasien baru polio setelah berakhirnya putaran kelima PIN pada 12 April 2006 yang lalu.Temuan itu disampaikan Direktur Surveillance Epidemiologi dan Imunisasi Kesehatan Matra Depkes Yusharmen D kepada wartawan usai jumpa pers mengenai hasil putaran kelima PIN di Gedung Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/5/2006)."Kita menemukan dua pasien polio setelah PIN kemarin, yaitu di daerah Aceh Tenggara 1 pasien dan Bondowoso, Jawa Timur 1 pasien," ungkap dia.Dengan ditemukannya kasus baru polio, maka Depkes akan menggelar PIN lagi selama 6 bulan yang dimulai Juni 2006 nanti. "Direncanakan hanya difokuskan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Timur," katanya. Namun Yusharmen enggan menyebutkan anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan PIN Juni nanti. "Tunggulah sampai data-datanya lengkap, baru nanti kita bisa umumkan," katanya.Di tempat yang sama Staf Ahli Menkes Bidang Pembiayaan dan Ekonomi Kesehatan Naydial Roesdal menyatakan, PIN putaran kelima sampai 8 Mei 2006 berhasil menggaet 23.603.121 balita dari 23.703.357 balita di Indonesia atau 99,6 persen. Sedangkan untuk cakupan yang kurang 90 persen ada tiga provinsi, yaitu Maluku sebanyak 45,7 persen, Maluku Utara 75,1 persen dan Irian Jaya Barat 47,6 persen. Kendala di tiga provinsi ini antara lain terkait masalah geografis dan masih menjalankan program imunisasi campak.
(umi/)











































