Ulama Ponpes di Balikpapan Tersangka Pencabulan 13 Santriwati!

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 14:41 WIB
poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Balikpapan -

Oknum ulama salah satu pondok pesantren di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), inisial M resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap 13 santriwati. Tersangka langsung ditahan penyidik.

"Iya, sudah (tersangka)," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, Selasa (18/1/2022).

M resmi menjadi tersangka seusai gelar perkara penyidik PPA Polda Kaltim pada Jumat (14/7). Yusuf mengatakan penyidik mengantongi dua alat bukti tersangka mencabuli sejumlah santriwati.

Tersangka dijerat Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan. "(Dijerat Pasal) Pencabulan," ungkap Kombes Yusuf.

Kombes Yusuf menegaskan posisi M merupakan salah satu oknum ulama di pesantren yang menjadi lokasi pencabulan. "Iya, iya," katanya membenarkan.

Sebelumnya, M terindikasi memperkosa 13 santriwatinya. Belakangan, PPA Balikpapan meluruskan bahwa yang dilakukan M adalah pencabulan.

"Bukan pemerkosaan, tapi pencabulan," kata Kepala UPTD PPA Kota Balikpapan Esti Santi Pratiwi kepada detikcom, Rabu (12/1).

Esti mengatakan pihak korban pada awalnya memang melaporkan dugaan pencabulan itu ke UPTD PPA Balikpapan sehingga pihaknya melaporkan kasus ini ke Polda Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam pengakuannya, salah seorang santriwati mengaku dicabuli sehingga melapor kepada orang tuanya pada 4 Oktober 2021.

"Kemudian tanggal 6 Oktober ke kantor kami. Mereka kami asesmen. Kami ingin tahu kan cerita sebenarnya. Waktu asesmen awal ada dua orang. Dia datang, kemudian kita antarkan untuk lapor ke Polda," sambung Esti.

Esti mengatakan terungkapnya dugaan pencabulan ini bermula dari pengakuan salah satu korban kepada orang tuanya.

"Setelah itu orang tuanya datang ke sana untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, dia melaporkan kepada orang tuanya, dia sudah tidak nyaman karena ada tindakan yang membuat dia tidak nyaman," kata Esti.

Lebih lanjut Esti menjelaskan pada dasarnya korban mengaku dicabuli dengan cara dicium.

"(Perbuatan terlapor) kayak mencium, meraba gitu, seperti itu," kata Esti.

(hmw/mud)