Saling Lapor Pengusaha dan Anggota DPRD Kaltim Gegara Bisnis Bareng

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 14:31 WIB
Irma dan pengacaranya, Jumintar saat di Polda Kaltim (dokumen istimewa)
Irma rekan bisnis Hasanuddin saat di Polda Kaltim (dokumen istimewa)
Samarinda -

Irma Suryani, pengusaha asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dipolisikan oleh anggota DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud terkait kasus pencurian dan pemerasan. Hasanuddin dan Irma sebelumnya merupakan mantan rekan bisnis solar minyak.

Hasanuddin juga melaporkan Irma melakukan pengancaman terhadap Nurfaidah, istri dari Hasanuddin Mas'ud. Laporan tersebut diungkap pengacara Irma, Jumintar Napitupulu, yang menghadiri panggilan penyidik Polda Kaltim pada Senin (17/1).

"Iya kita hadiri (pemanggilan kemarin), ya berjalan lancar saja pemeriksaannya," kata Jumintar saat dihubungi detikcom, Selasa (18/1/2022).

Belum diketahui lebih lanjut kronologi unsur pidana pencurian, pemerasan dan pengancaman yang dilaporkan. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo belum memberikan keterangannya terkait hal ini.

"Saya masih sama Kapolda di Penajam," kata Kombes Yusuf saat dihubungi.

Irma Pernah Laporkan Hasanudin, tapi Kasus Dihentikan Polisi

Diketahui, polemik Irma dengan Hasanuddin Mas'ud dan Nurfadiah bermula dari bisnis kerja sama solar laut. Pasangan suami istri Hasanuddin dan Nurfaidah disebut menerima sokongan dana senilai Rp 2,7 miliar dari Irma Suryani.

Pihak Irma mengklaim dijanjikan akan dibagi keuntungan 40 persen dari suntikan modal Rp 2,7 miliar. Namun sejak 2016 permasalahan ini berangkat, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung terlihat. Sebagai jaminan, dikabarkan pihak Nurfadiah memberikan cek sebagai bentuk tanggung jawab.

Cek itu kemudian diklaim Irma sebagai cek bodong sehingga dia membuat laporan polisi atas dugaan penipuan pada April 2020, yang telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Satreskrim Polresta Samarinda pada 2 Agustus 2021. Namun setelah melalui gelar khusus di Mabes Polri serta gelar biasa di Mapolda Kaltim, laporan dari pelapor Irma tidak ditemukan unsur pidana sehingga Polresta Samarinda secara resmi telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) 15 Desember 2021 lalu.

Kembali ke Jumintar, dia mengklaim laporan polisi yang dibuat Hasanuddin itu merupakan buntut laporan polisi penipuan yang dibuat kliennya yang kemudian dihentikan penyidik.

"Tanggapan kita terhadap laporan ini menurut kita ya ini laporan tandingan yang kita buat sebelumnya terkait cek kosong," kata Jumintar.

"Kalau tidak ada cek kosong laporan ini bakalan tidak pernah ada, kan begitu," sambung Jumintar.

(hmw/mud)