KPK Dalami Video Viral Bupati Penajam Paser Utara Disuapi Istri di Jet Privat

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 10:06 WIB
Jakarta -

KPK menanggapi video viral yang menunjukkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud sedang disuapi sang istri di pesawat jet pribadi. KPK akan mendalami hal tersebut demi kepentingan penyidikan.

"Sejauh ini kami belum terkonfirmasi terkait video dimaksud. Namun demikian setiap informasi sekecil apa pun dari masyarakat terkait data dan informasi yang diduga berhubungan dengan perkara yang sedang kami selesaikan ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Ali mengatakan KPK mengapresiasi peran serta masyarakat yang ikut andil dalam upaya pemberantasan korupsi. KPK tentunya akan mengkonfirmasi dan mendalami video tersebut.

"Kami apresiasi sebagai bagian peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi yang sedang kita lakukan bersama ini," kata Ali.

"Pasti kami akan konfirmasi dan dalami pada proses penyidikan yang akan kami kerjakan hingga tuntas ini," tambahnya.

Sebelumnya, beredar video Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud, di dalam sebuah pesawat jet pribadi. Tampak dalam video tersebut Gafur sedang makan disuapi oleh istrinya.

Video ini beredar di media sosial dan dikaitkan dengan gaya hidup Gafur, yang kini menjadi tersangka dugaan suap. Dilihat detikcom, Minggu (16/1), tampak Gafur sedang duduk santai di kursi pesawat dengan memakai baju safari. Sesekali tampak istrinya, Risna, menyuapinya.

Selain Gafur dan istrinya, di pesawat itu ada beberapa orang lain. Namun, belum diketahui pasti siapa mereka.

detikcom telah telah menghubungi Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Penajam Paser Utara Ahmad Usman untuk menanyakan detail soal video ini. Namun, Usman mengaku tidak tahu-menahu soal informasi dalam video tersebut.

"Mohon maaf saya tidak memiliki data untuk hal tersebut karena kegiatan bersifat pribadi," kata Usman kepada detikcom, Minggu (16/1).

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek pembangunan jalan bersama dengan Bendum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis. KPK pun akan menyusuri ada-tidaknya aliran dana suap ke partai.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan sejatinya kepala daerah bukan tidak mungkin akan berafiliasi dengan partai politik. Abdul Gafur pun diketahui saat ini sebagai kader Partai Demokrat.

"Kita semua tahu bahwa kepala daerah itu semua terafiliasi dengan partai, kebetulan AGM ini juga dari Partai Demokrat," kata Alex dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/1).

Kemudian, kata Alex, di Kalimantan Timur saat ini tengah ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat. Abdul Gafur, sebut Alex, menjadi salah seorang kandidat calon ketua di sana.

"Dan betul tadi yang disampaikan di sana sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur, salah satu calonnya adalah AGM," kata Alex.

(azh/mae)