Petugas LP Berinisial W Bikinkan Gunawan Kunci Duplikat
Senin, 08 Mei 2006 13:02 WIB
Jakarta - Penyelidikan kaburnya Gunawan Santoso, pembunuh bos PT Asaba, menemui titik terang. Salah seorang penolong Gunawan yang merupakan aparat Departemen Hukum dan HAM (Depkum HAM) mengakui perbuatannya.Hal itu disampaikan Menkum HAM Hamid Awaludin sebelum rapat kabinet di Kantor Presiden Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2006)."Subuh tadi, aparat saya dalam pemeriksaan internal sudah mengaku bahwa dia yang membikinkan kunci duplikat pada pertengahan April untuk kepentingan Gunawan. Inisialnya W," papar Hamid.Menurut firasat Hamid, kunci yang diduplikatkan ada banyak. Namun jumlah pastinya ia belum dapat memastikan. Ia menambahkan, pagi ini W sudah diserahkan ke Polres Jakarta Timur. Sekarang pihaknya tengah memfokuskan pemeriksaan pada pihak lain yang dianggap terlibat. Untuk sementara pemeriksaan masih berkutat pada aparat keamanan."Apakah ada orang lain yang terlibat selain aparat saya? Apakah keluarga Gunawan atau orang lain juga ada? Apakah hanya W dan kawan-kawannya di grup penjagaan atau ada aparat lebih tinggi di dalam Lapas itu sendiri, atau ada orang di dalam Ditjen Lapas yang terlibat?" beber Hamid.Dikatakan Hamid, pada waktu Gunawan kabur, ada 2 orang ynag mengaku berjaga di pintu blok tahanan LP Cipinang. Namun pada pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB kedua orang itu tidak ada di tempat dengan alasan patroli. Padahal sesuai prosedur, apa pun yang terjadi tidak boleh meninggalkan tempat.Namun Hamid belum mengetahui apa motivasi W membantu Gunawan meloloskan diri. Berkaitan dengan apakah W mendapatkan timbal balik atas pertolongannya juga belum diketahui.Apakah W merupakan orang yang menjaga pintu blok? "Oh itu beda. W adalah salah satu dari regu birokrasi. Berilah kami waktu investigasi lebih dalam," ujar Hamid.Gunawan diketahui kabur dari LP Cipinang pada 5 April 2006. Kaburnya Gunawan mengejutkan banyak pihak, karena penjagaan LP Narkotika Cipinang sebenarnyan berlapis banyak. Tidak ada kerusakan gembok atau bangunan saat Gunawan kabur.
(nvt/)











































