Titiek Soeharto Minta SBY Perintahkan Arman Jenguk Ayahnya
Senin, 08 Mei 2006 12:22 WIB
Jakarta -
Supaya bisa melihat langsung kondisi mantan Presiden Soeharto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh yang akrab disapa Arman diminta membesuk penguasa Orde Baru ini.Permintaan tersebut tak tanggung-tanggung dilontarkan putri keempat Soeharto, Siti Hediyati yang dulu lebih populer disebut Titiek Prabowo."Tampaknya SBY bisa memerintahkan Jaksa Agung untuk menjenguk Pak Harto dalam 5 hari ke depan. Itu ungkapan dari keluarga seperti itu.Supaya mengerti persis keadaan Pak Harto sehingga, kita-kita tidak menyesal kalau ada sesuatu terjadi kepada Pak Harto," kata Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif mengutip penyataan Titiek.Hal ini disampaikan Zaenal usai membesuk Soeharto sejak pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jalan Kiai Maja, Jakarta, Senin (8/5/2006). Menurut dia, Soeharto dalam kondisi sadar. "Tadi saya ketemu dengan Titiek dan Mamiek serta keluarga lain. Pak Harto sudah sadar. Saya ngobrol dengan keluarga," ujarnya.Bagikan SelebaranDalam kesempatan itu, Zaenal sempat membagi-bagikan selebaran kepada wartawan yang bertuliskan:Berkaitan dengan rencana Kejagung membuka kembali kasus mantan Presiden Soeharto, maka kami selaku pribadi dan sebagai anggota DPR menyampaikan pandangan sebagai berikut:Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto menjelang usia ke-85 diyakini pemulihan kesehatan sangat kecil dan bahkan potensial menderita penyakit tua lainnya.Akhir-akhir ini berbagai pihak mengunjungi dan memberikan doa yang merupakan penghargaan kepada mantan Presiden Soeharto. Dengan memperhatikan hal tersebut dan atas dasar kemanusiaan serta dalam rangka menghormati dan menghargasi jasa mantan Presiden Soeharto terlepas dari adanya kekurangan sebagai manusia biasa.Kami meminta kepada saudara Jaksa Agung untuk membatalkan upaya pemeriksaan ulang kesehatannya dan membebaskan mantan Presiden Soeharto dari berbagai tuntutan pidana.Selebaran itu diteken oleh Zaenal dan ditembuskan kepada Presiden SBY dan pimpinan DPR."Semestinya dalam kondisi seperti sekarang apa masih wajar bila Soeharto diperlakukan seolah-olah seperti orang bersalah saja sehingga hingga akhir hayatnya dia menanggung beban sebagai orang terkukum, apa enak," urai pria asal Kampung Kalitan, Solo. Sebagai informasi, kampung itu menjadi terkenal ketika keluarga Presiden Soeharto membeli Istana Ndalem Ratu Alit, salah satu bangsawan dari Trah Mangkunegoro.
(aan/)










































