Penduduk Miskin di Jawa Tengah Turun hingga 175.740 Orang

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 19:47 WIB
Potret warga miskin di Kabupaten Cianjur, tinggal satu atap dengan kandang kambing.
Foto: Ismet Selamet
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyatakan ada penurunan jumlah penduduk miskin hingga 175.740 orang. Hal tersebut bisa diungkapkan dalam rilis Indeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk BPS Jawa Tengah 2021.

BPS Jateng menyatakan Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin Jateng sebesar 4,11 juta orang. Namun pada September 2021, jumlahnya menurun menjadi 3,93 juta orang. Secara persentase, kemiskinan Jateng pada September kini di angka 11,25 persen. Turun 0,54 persen dibanding 11,79 persen pada Maret 2021

"Ada penurunan 175,740 orang," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Jika dihitung sejak periode September 2020 hingga September 2021. Angka penurunan kemiskinan menjadi lebih besar, yakni turun dari 4,12 juta orang menjadi 3,93 juta orang atau turun 185.920 orang.

BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Jateng naik 2,56 persen (year to year) selama triwulan tiga 2020 terhadap triwulan III tahun 2021. Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) ikut mengalami penurunan dari 6,48 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,95 persen pada Agustus 2021.

Salah satu faktor penurunan kemiskinan dan pengangguran ini menurut Adhi adalah beragam program bantuan dari pemerintah.

"Bantuan sosial dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat membantu penduduk di masa pandemi, terutama penduduk pada lapisan bawah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan Pemprov Jateng terus menggenjot penurunan kemiskinan. Terutama di lima daerah yang masuk kategori kemiskinan ekstrem yakni Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang dan Brebes.

Program bantuan sosial tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan dari pemerintah pusat telah berjalan baik. Pemprov Jateng juga mencoba menambah dengan berbagi bantuan dari anggaran gotong royong.

"Inisiatif kita di daerah ada dari CSR dan Baznas kita juga punya program satu OPD satu desa miskin," kata Ganjar.

Selain itu Pemprov Jateng punya beberapa program seperti pembangunan rumah sehat layak huni, sambungan listrik gratis, dan jambanisasi.

"Dinas Koperasi UMKM ada pemberdayaan UMKM, Bank Jateng ada kredit lapak khusus ibu-ibu dengan bunga murah, BP3AKB ada pemberdayaan wanita, semua kita kerahkan," jelas Ganjar.

(ncm/ega)