Bocah Hilang Diterkam Buaya, Sungai Batang Masang Kerap Telan Korban

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:57 WIB
Petugas cari bocah yang hilang diterkam buaya di Sungai Batang Masang
Petugas cari bocah yang hilang diterkam buaya di Sungai Batang Masang. (Jeka Kampai/detikcom)
Agam -

Nisa (9), murid salah satu SD di Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hilang diterkam buaya muara, Senin (17/1/2022) pagi. Sungai tersebut kerap memakan korban.

Ia disambar dan dilarikan buaya di hadapan Mila, kakaknya sendiri, setelah mandi sebelum berangkat sekolah di sungai Batang Masang.

Tim gabungan hingga kini masih mencari buaya yang membawa korban tersebut. Kasus yang menimpa Nisa bukanlah yang pertama terjadi di sungai tersebut.

BKSDA mencatat ada 7 konflik buaya-manusia di Sumatera Barat sepanjang 2021. Lima di antaranya terjadi di Sungai Batang Masang.

"Ada tujuh kasus (konflik) buaya-manusia sepanjang tahun 2021 di Sumatera Barat. Lima di antaranya di Batang Masang," kata Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono kepada detikcom, Senin (17/1/2022).

Selain di Batang Masang, dua konflik lainnya terjadi di wilayah Pasaman Barat. "Jadi, 5 di Batang Masang, 2 di Pasaman Barat," kata Ardi.

Menurut Ardi, ada dua aspek yang kini dilakukan BKSDA, yaitu korban dan satwanya. "Saat ini kita utamakan bantu pencarian jenazah, dan identifikasi buaya pemakan manusia ini. Tim KSDA Sudah berada disana," katanya.

"Sungai batang masang itu memang habitat buaya, jadi buaya tidak bisa kita serta merta di pindahkan, karena memang habitatnya di situ. Upaya evakuasi buaya merupakan upaya terakhir yang akan dilakukan, karena saat ini juga tidak ada tempat penampungannya, seluruh lembaga konservasi sudah penuh dengan buaya hasil konflik," tambah dia.

Pihak BKSDA disebut Ardi, sedang mengupayakan sebuah kawasan ekosistem esensial untuk buaya.

"Saat ini sedang kita upayakan untuk membuat kawasan ekosistem esensial untuk buaya yang berada di Agam. Semoga mendapat dukungan dari bupati karena yang menetapkannya bupati, dan ke depannya bisa untuk wisata terbatas," katanya lagi.

(mud/mud)