Buron 2 Tahun, Wanita DPO Kasus Perusakan Vila di Bali Ditangkap

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 00:03 WIB
Pelaku (baju putih) perusakan vila Bali (Dok istimewa)
Foto: Pelaku (baju putih) perusakan vila Bali (Dok istimewa)
Denpasar -

Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mengamankan terpidana atas nama Sari Soraya Ruka (46). Wanita ini ditangkap setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejati Bali kurang-lebih selama 2 tahun atas kasus perusakan vila.

"(Buron kurang-lebih) 2 tahun sejak (keputusan) inkrah. Putus inkrah Desember 2019," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A Luga Harlianto dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Minggu (16/1/2022) malam.

Luga menjelaskan, mulanya Sari Soraya Ruka tidak diketahui keberadaannya oleh JPU. Sebab sejak melakukan upaya hukum banding terpidana tidak pernah melakukan wajib lapor ke JPU.

Sari Soraya Ruka dikenakan wajib lapor karena tidak dapat dilakukan penahanan sejak tahap penyidikan dan hingga upaya hukum, baik banding maupun kasasi. Sebab, ia disangkakan dan didakwa dengan pasal yang ancaman hukumannya di bawah 5 tahun.

"Ancaman pidana dalam pasal yang disangkakan maupun pasal yang didakwaan terhadap terpidana Sari Soraya Ruka yaitu Pasal 406 KUHP dan Pasal 167 KUHP, di bawah 5 tahun dan tidak termasuk pasal pengecualian dalam Pasal 21 KUHAP," terang Luga.

Awal Kasus

Sari Soraya Ruka bersama suaminya pada 6 November 2003 menyewa villa yang berlokasi di Jalan Plawa, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Vila yang disewa tersebut milik I Wayan Suwena.

Vila itu disewa dengan jangka waktu 25 tahun, terhitung sejak 6 November 2003 sampai dengan tanggal 6 November 2028. Vila I Wayan Suwena disewa dengan harga sewa sebesar Rp 23 juta yang akan dibayar setiap satu tahun sekali selama 25 tahun.

Namun sejak 2007, suami dari Sari Soraya Ruka sudah tidak lagi membayar uang sewa kepada I Wayan Suwena. Akhirnya, penyewaan vila tersebut diberhentikan pada 1 Juli 2012. Penghentian penyewaan tersebut dituangkan dalam surat penghentian perjanjian sewa-menyewa.

Setelah itu, I Wayan Suwena menyewakan vila tersebut kepada seseorang warga negara Jepang. Sekitar April 2013, pada saat penyewa villa tersebut berada di Jepang, Sari Soraya Ruka masuk ke dalam villa tersebut tanpa seizin penyewa vila.

Sari Soraya Ruka masuk ke dalam vila dengan cara merusak serta membongkar gagang kunci pintu. Rumah kunci pintu diganti dengan gagang kunci pintu yang lain serta merusak dan mengganti kramik di lantai atas villa. Akibat dari perbuatan terdakwa melakukan perusakan tersebut, penyewa vila mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp 510 ribu.

Atas kasus tersebut, Sari Soraya Ruka akhirnya diputus bersalah pada 2018 telah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Putusan itu teregistrasi nomor 543 /Pid.B/2018/PN Dps tanggal 22 Oktober 2018.

Kemudian, Sari Soraya Ruka melakukan upaya hukum banding. Namun terpidana tetap dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar. Putusan itu tertuang dengan Putusan Nomor 64/Pid/2018/ PT DPS tanggal 20 Desember 2018.

Tak sampai di sana, Sari Soraya Ruka mengajukan kasasi Ke Mahkamah Agung (MA). Namun, pengajuan kasasi tersebut ditolak oleh MA melalui Putusan Nomor 1285 K/Pid/2019 tanggal 2 Desember 2019.

Dalam putusan itu, MA menyatakan Sari Soraya Ruka terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak perusakan. MA dalam putusan itu menyatakan menjatuhkan pidana penjara terhadap yang bersangkutan selama 4 bulan.

Selengkapnya di halaman berikutnya

Simak juga '3 DPO Teroris MIT Diminta Menyerah!':

[Gambas:Video 20detik]