Cek Pelabuhan Benoa, Kapolri Minta Prokes-Karantina PPLN Diperketat!

ADVERTISEMENT

Cek Pelabuhan Benoa, Kapolri Minta Prokes-Karantina PPLN Diperketat!

Fajar Pratama - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 12:26 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek penerapan disiplin prokes dan karantina pelaku perjalanan dari luar negeri di Pelabuhan Benoa, Bali.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Forkopimda Bali memperkuat pengawasan, juga pengetatan pemeriksaan prokes hingga karantina PPLN. (Dok. Polri)
Denpasar -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan agar penerapan protokol kesehatan (prokes) dan pemberlakuan karantina orang dari luar negeri diperketat. Hal itu bertujuan mencegah lonjakan kasus COVID-19.

"Baru saja kita melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui bagaimana alur masuknya ABK. Dan juga ada beberapa wisatawan yang menggunakan yacht yang masuk lewat Pelabuhan Benoa," kata Sigit usai meninjau pelaksanaan prokes di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali, Sabtu (15/1/2022).

"Jadi dari proses masuknya, kita ingin mengetahui bagaimana proses pemeriksaan, khususnya terkait dengan masalah prokes. Karena memang kita harus betul-betul ketat dalam pengawasan titik-titik yang digunakan untuk pintu masuk PPLN (pelaku perjalanan luar negeri)," sambung dia.

Sigit meminta Forkopimda Bali terus melakukan penguatan juga pengetatan proses pemeriksaan prokes hingga tahapan karantina PPLN. Kewajiban karantina, kata Sigit, tak boleh pandang bulu, baik terhadap anak buah kapal (ABK) setelah bekerja di luar negeri maupun wisatawan asing yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Benoa.

Berdasarkan hasil pengecekan penerapan prokes di Pelabuhan Benoa, Sigit menjelaskan petugas melakukan tes swab antigen ke ABK dan wisatawan asing di atas kapal. Setelah itu, mereka diarahkan untuk karantina.

Imbauan Unduh Aplikasi Monitoring Karantina Presisi

Sigit mengimbau orang-orang dari luar negeri ini mengunduh aplikasi Aplikasi Monitoring Karantina Presisi. Pada proses selanjutnya, Sigit mengungkapkan, orang-orang dari luar negeri ini juga akan di-swab RT-PCR dan diperiksa kesehatannya di ruangan khusus.

Tahapan selanjutnya, para pelaku perjalanan luar negeri akan dibawa ke rumah sakit rujukan ataupun tempat karantina yang telah disiapkan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

"Kemudian tadi ada beberapa penyesuaian, kami minta untuk pada saat sebelum turun kemudian mengunduh aplikasi Karantina Monitoring Presisi. Demikian juga bagi wisatawan ataupun ABK yang sudah laksanakan swab PCR. Selanjutnya dibawa ke tempat karantina yang sudah dipersiapkan oleh Bapak Gubernur," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT