BPBD Pandeglang: 263 Rumah Rusak Akibat Gempa Banten

Rifat Alhamidi - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 00:39 WIB
Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat (14/1/2022). Gempa berkekuatan 6,7 SR tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
Rumah rusak dampak gempa di Banten (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Pandeglang -

BPBD Pandeglang merilis data kerusakan rumah warga akibat diguncang gempa magnitudo (M) 6,6 yang berpusat di Banten. BPBD Pandeglang mencatat hingga malam ini sudah ada 263 rumah warga yang mengalami kerusakan imbas gempa tersebut.

"Berdasarkan data yang masuk hingga malam ini ada 263 rumah warga yang rusak akibat gempa bumi 6,6 magnitudo di Kabupaten Pandeglang," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Pandeglang Girgi Jantoro, Jumat (14/1/2022).

Girgi merinci, ratusan rumah yang rusak itu berasal dari 23 kecamatan di Pandeglang. Kerusakan rumah mulai dari kategori ringan, sedang dan berat.

"Kerusakan rumah warga yang parah ada di Kecamatan Sumur, Cikeusik dan Cimanggu," ucapnya.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan rusak akibat gempa di Banten itu. Di antaranya puskesmas, sekolah, kantor desa hingga musala warga.

"Ada juga pondok pesantren yang rusak di wilayah Kecamatan Sumur dan pabrik di Kecamatan Cikeusik," ujarnya.

BPBD Pandeglang sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten serta BNPT mengenai dampak gempa ini. Petugas pun sudah diterjunkan ke lokasi-lokasi terparah untuk terus menyinkronkan data akibat kerusakan gempa tersebut.

Diketahui, gempa bumi dengan M 6,6 terjadi di Sumur, Banten. Gempa ini tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 16.05 WIB. Lokasi gempa berada di koordinat 7,01 Lintang Selatan dan 105,26 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 km. Getaran gempa dirasakan kuat di Jakarta dan daerah sekitarnya.

(fas/fas)