Serangan Balik Gubsu Edy Gegara Dilaporkan ke KPK Dugaan Gratifikasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 22:07 WIB
Menpora Imam Nahrawi resmi memberhentikan sepakbola Liga 1 selama dua pekan. Ketum PSSI Edy Rahmayadi pun menjawab. Begini Ekspresinya.
Edy Rahmayadi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dilaporkan Gerakan Semesta Rakyat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan gratifikasi serta klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Gubsu Edy geram ingin melaporkan balik pelapor.

Laporan diserahkan oleh perwakilan Gerakan Semesta Rakyat Indonesia, Ismail Marzuki, ke KPK pada Kamis (13/1/2022). Pelapor menjelaskan alasannya melaporkan Edy.

"Itu ada pembangunan bronjong tanpa ada izin dari kementerian, karena dia bronjong di pinggir sungai harus semua ada izin dari pihak kementerian. Sedangkan dia membangun tanpa ada izin, berarti kan ada dugaan indikasi di situ," kata Ismail kepada wartawan.

Ismail juga menunjukkan tanda terima laporan tertanggal 13 Januari 2022. Ismail menjelaskan alasannya melaporkan Edy soal klarifikasi LHKPN.

"Karena LHKPN-nya di 2019, dia sepertinya belum mencantumkan kepemilikan ada bela diri namanya Taman Edukasi Buah Cakra seluas sekitar 15 hektare lebih di daerah Deli Tua, Namorambe," katanya.

Plt Jubir KPK Ali FikriPlt Jubir KPK Ali Fikri (Dok. detikcom)

KPK Analisa Isi Laporan

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, membenarkan laporan tersebut telah diterima KPK. Ali menyebut laporan itu nantinya dianalisis serta diverifikasi lebih dulu.

"Setelah kami cek di bagian persuratan KPK, benar telah diterima surat dimaksud," kata Ali.

"Berikutnya tentu akan dipelajari, analisa, dan verifikasi atas materi dan data sebagaimana surat dimaksud," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.